blank
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) tengah mendengarkan dengan seksama penjelasan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji (deret depan ketiga dari kanan) mengenai Museum Song Terus.(Dok.Prokopim Pacitan)
PACITAN (SUARABARU.ID) – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi dua situs bersejarah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Yakni mengunjungi Monumen Jenderal Soedirman di pakis Baru, Kecamatan Nawangan dan Museum Song Terus di Desa Wareng, Kecamatan Punung.

Bagian Prokopim Pemkab Pacitan, mengabarkan, kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dilakukan Jumat (27/03/26). Selama melakukan  kunjungan kerja di Kabupaten Pacitan, Menteri bersama rombongan disambut Bupati Indrata Nur Bayu Aji. Selain melihat dari dekat Monumen Jenderal Soedirman, Menteri juga berupaya melakukan napak tilas sejarah melalui diorama perjalanan sejarah perjuangan Jenderal Soedirman saat memimpin perang gerilya di Pacitan.

Menteri Fadli Zon juga mampir ke rumah tinggal warga yang dulu dipakai menjadi markas komando Perang Gerilya melawan Penjajahan Belanda oleh Jenderal Soedirman. Di masa perang kemerdekaan kedua, Pakis Baru, di Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, menjadi markas Jenderal Sudirman dalam memimpin perang gerilya.

Untuk mengenang semangat heroik Jenderal Sudirman dalam memimpin perang gerilya, di Pakis Baru Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan, didirikan bangunan monumental Monumen Sejarah Jenderal Soedirman.

Keraton

Usai meninjau Monumen Sejarah Jenderal Sudirman, Menteri dan rombongan, kemudian melanjutkan kunjungan ke Museum Song Terus. Di museum prasejarah ini, Menteri dibuat kagum dengan keindahan serta kelengkapan fasilitas museum. Bahkan Menteri menyempatkan diri masuk ke lorong Goa Song Terus, yang menjadi situs lokasi penemuan kerangka manusia berusia ribuan tahun.

“Saya berharap Museum Song Terus ini menjadi pusat literasi, pusat budaya, menjadi kantong budaya yang banyak didatangi masyarakat, karena ini merupakan bagian dari kekayaan budaya kita,” tandas Menteri.

Diperoleh informasi, kunjungan kerja ke Kabupaten Pacitan tersebut, dilakukan Menteri Fadli Zon setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Keraton Kasunanan Surakarta. Yakni untuk meninjau Keraton Kilen, tempat Raja PB X bertempat tinggal, yang diusulkan untuk direnovasi.

Terlepas adanya konflik internak keraton tentang munculnyua dualisme Raja PB XIV antara Purbaya dan Hangabehi, upaya renovasi Keraton Kilen dipandang penting dan mendesak untuk segera dilakukan. Pemerintah berencana akan memberikan dana Rp 5 miliar untuk pekerjaan renovasi Keraton Kilen.

Karena situs Keraton Kilen merupakan bekas tempat tinggal PB X sebagai Raja Agung Mataram Islam di Surakarta. Yang keberadaannya telah lama dibiarkan terlantar tidak terawat. Pada hal, Keraton Kilen menjadi bagian penting dari situs sejarah Kerajaan Mataram Islam Tanah Jawa.(Bambang Pur)