GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Hujan deras disertai angin puting beliung mengakibatkan Tugu Batas Kota Purwodadi ambruk pada Jumat (20/3/2026) sore. Insiden tersebut berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Peristiwa Tugu Batas Kota ambruk ini terjadi saat hujan dan angin puting beliung melanda wilayah Purwodadi, tepatnya di perbatasan Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Toroh sekitar pukul 17.00 WIB.
Kejadian tersebut dengan cepat menyebar luas setelah video detik-detik ambruknya tugu beredar di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.
BACA JUGA : Pastikan Keamanan dan Keandalan Kelistrikan Jelang Idul Fitri 1447 H PLN UIK Tanjung Jati B Gelar Apel Siaga
Tugu yang menjadi penanda batas wilayah itu berdiri di jalur strategis Purwodadi-Solo KM 0 dan Jalan Diponegoro, Kota Purwodadi.
Bangunan tersebut selama ini dikenal sebagai ikon penyambut bagi warga maupun pendatang yang melintas di wilayah tersebut.
Tulisan “Selamat Datang” dan “Selamat Jalan Purwodadi” yang terpasang di tugu menjadi simbol perbatasan dua kecamatan yang cukup vital.
Namun, derasnya hujan yang disertai hembusan angin kencang membuat konstruksi tugu tidak mampu bertahan hingga akhirnya roboh.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan cukup signifikan.
Petugas dari Satlantas Polres Grobogan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan dan pengalihan arus kendaraan.
Kendaraan dari arah utara atau Kota Purwodadi yang hendak menuju Solo dialihkan melalui jalur perkampungan di sebelah gedung bioskop menuju Desa Krangganharjo.
Sementara itu, kendaraan dari arah selatan diarahkan melewati jalur alternatif menuju Dusun Sukorejo, Desa Krangganharjo hingga ke wilayah Danyang, Purwodadi.
BACA JUGA : Sowan di Penghujung Ramadan, Ahmad Luthfi Dapat “Kacamata Amanah” dan Pesan Khusus Dua Kiai
Langkah cepat tersebut dilakukan guna mengurai kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Selain kepolisian, personel TRC BPBD Grobogan juga langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Tim BPBD berupaya mengevakuasi puing-puing bangunan tugu agar arus lalu lintas dapat kembali normal secepatnya. Dalam proses evakuasi, petugas BPBD bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait.
Sinergi dilakukan bersama PLN ULP Purwodadi serta Polres Grobogan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman.
Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang juga dirasakan warga di wilayah perbatasan Purwodadi dan Desa Krangganharjo.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
“Sekitar jam setengah 5 sore itu sudah mendung gelap, lalu muncul hujan deras dan disertai angin kencang sekitar pukul 5 sore. Alhamdulilah, tempat saya aman. Baru saja juga mendengar dari grup RT kalau Tugu Batas Kota ambruk,” ungkap Muhadi, pemilik Candi Joglo.
BACA JUGA : Ahmad Luthfi Salat Id di Simpanglima, Gus Yasin di Mijen, Open House di Wisma Perdamaian
Warga lainnya, Barjo dari Dusun Sukorejo, Desa Krangganharjo, juga merasakan dampak angin kencang yang cukup kuat.
Menurutnya, kondisi tersebut sempat menghentikan aktivitas di tempat usahanya. Meski demikian, situasi berangsur membaik setelah angin mereda dan kondisi kembali kondusif.
Namun, hujan masih terus turun meski intensitas angin kencang sudah berkurang di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab detail ambruknya Tugu Batas Kota akibat hujan dan angin puting beliung tersebut.
TYA WIDYA













