WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Setelah menjalani ibadah puasa satu bulan penuh, maka tibalah kini saatnya untuk merayakannya. Sebagai alumni Ramadhan, jadilah insan bertaqwa dan pribadi yang paripurna. ”Yang selalu membawa kemanfaatan. Karena sebaik-baik manusia, adalah yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” tegas Dr Muhammad Julianto SAg, MAg.
Penegasan Dosen Pasca Sarjana UIN Surakarta yang menjabat Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonogiri ini, disampaikan Jumat (20/3/26) saat tampil menjadi khotib pada sholat Idul Fitri 1447 H (2026M).
Kepada jamaah sholat Ied, yang disebutkan sebagai tamu Allah SWT, M Julianto, mengatakan, umat muslim yang menjalankan ibadah puasa selama Bulan Ramadhan, akan memperoleh ampunan atas semua dosanya. Menjadi insan yang senantiasa disayang Allah dan dibebaskan dari api neraka. ”Mendapatkan anugerah Rahman, Maghfirah dan Itqun Minannar,” tandas Julianto.
Tujuan puasa dapat menjadi insan yang taqwa, yang mampu mengkondisikan mental dan spiritual. Juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan membangkitkan sikap tepo sliro, untuk saling bertoleransi, serta memunculkan sikap empati sosial. Puasa di Bulan Ramadhan, tambah M Julianto, mengajarkan solidaritas, jiwa kebersamaan yang mencerminkan ukhuwah Islamiah. ”Juga mewujudkan kesolehan pribadi dan kesolehan sosial,” tegasnya.
Lokasi sholat Ied ini, mengambil tempat di depan Kodim 0728 Wonogiri. Tampil menjadi Imam, Muhammad Rizal SPdI, Guru Madrasah Mualimin Yogyakarta. Ikut hadir Ketua PDM Wonogiri, Drs H Kusman MPd bersama para tokoh Muhammadiyah dan masyarakat muslim di Wonogiri.
Gelaran sholat Ied ini, menempatkan posisi Imam di teras depan Kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) Nyawiji Kabupaten Wonogiri. Jamaah memenuhi halaman Kantor MPP Nyawiji dan halaman Kodim 0728 Wonogiri, serta meluber ke ruas Jalan Jenderal Sudirman yang membelah Kantor MPP dengan Makodim 0728 Wonogiri.
Ditutup
Ruas jalan protokol Kota Wonogiri tersebut, ditutup sejak Bangjo (traffic light) simpang empat Gudangseng ke arah utara. Sejak pagi, lokasi tersebut telah dibebaskan dari parkir Bus Trans Jateng dan mobil Angkot. Terminal keberangkatan Bus Trans dan Angkot, dipindah ke Shelter angkutan umum di timur SD Negei 1 Wonogiri.
Ketua PDM Wonogiri, Kusman, menyatakan, setidak-tidaknya pada Hari Jumat (20/3/26) digelar sholat Ied berjamaah di 61 lokasi. Menempati masjid, halaman sekolah, lapangan, Balai Desa dan di Lapas atau Rumah Tahanan (Rutan).
Ketua dan Sekretaris Panitia hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Wonogiri, H Hariyadi SAg, Msi dan Drs H Heru Budi Santosa MPdI, menyatakan, di Kota Wonogiri ada 3 lokasi yang menggelar sholat Ied pada Hari Jumat (20/3). Yakni di depan Kodim 0728 Wonogiri, di Stadion Pringgondani dan di Lapangan Bantarangin.
PHBI Kabupaten Wonogiri, memfasilitasi pelaksanaan sholat Ied baik yang digelar Hari Jumat (20/3/26) maupun yang dilaksanakan pada Sabtu besok (21/3/26). Bahkan ada dua lokasi yang digunakan untuk sholat Ied secara bergantian dengan Imam dan Khotib yang berlainan. Yakni di Lapangan Bantarangin dan di Stadion Pringgondani.
Sikap sama, juga dilakukan oleh Pemerintah Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Bagi umat muslim yang melaksanakan sholat Ied Hari Jumat (20/3/26) diberikan tempat di Balai Desa. Kemudian yang sholat Ied Sabtu besok (21/3/26) disediakan lokasi di Lapangan Desa Pijiharjo.(Bambang Pur)













