blank
Sesi kajian oleh Ustadz Ghifari bersama Prof. Dr. Issy Yuliarsi, M.Pd. Foto: Amaliyatul HR

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Suasana penuh khidmat menyelimuti malam Selasa, 18 Maret 2026, ketika mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan R125 Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama Jamaah Kelas Kajian Dzikrul Maut menggelar kajian edisi spesial.

Kegiatan istimewa ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Issy Yuliasari, S.Pd., M.Pd., dan menjadi momen yang sarat makna di tengah bulan suci Ramadan, memadukan nuansa akademik dan spiritual dalam satu majelis yang hangat dan bermakna.

Malam itu terasa lebih istimewa karena kajian dibarengi dengan doa khotmil quran, menandai selesainya proses mengkhatamkan Al-Quran yang dilakukan oleh 18 mahasiswa S2 sepanjang bulan Ramadan.

blank

Ustadz Ghifari Haekal saat menyampaikan kajian. Foto: Amaliyatul HARI

Pencapaian tersebut tidak lepas dari kebiasaan tadarus Al-Quran yang telah dibangun secara konsisten setiap hari Kamis, di mana 30 menit di awal perkuliahan mata kuliah Assessment in English Language Teaching dan Sociopragmatics — keduanya diampu langsung oleh Prof. Dr. Issy Yuliasari dikhususkan untuk membaca Al-Quran bersama. Sebuah praktik yang membuktikan bahwa nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan secara harmonis dengan dunia akademik.

Kajian kemudian ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ghifari Haekal Rachmat, Pembina Rumah Tahfidz Indonesia sekaligus penulis Buku Digital “Al-Quran From Sky for You”, dengan mengangkat tema “Reconnecting with Al-Quran”.

blank
Mahasiswa S2 R125 prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang pada saat tadarus Al-Quran sebelum pelaksanaan perkuliahan. Foto: Amaliyatul HR

Dalam ceramahnya, Ustadz Ghifari menegaskan bahwa sebagai seorang muslim, Al-Quran harus senantiasa hidup di dalam hati, dan hal itu dibuktikan dengan memenuhi enam hak Al-Quran: haqqul iman (mengimani Al-Quran), haqqul tilawah (membaca dan mengamalkannya), haqqul tadabur (memahami maknanya), haqqul amal (mengamalkan nilai-nilai luhur di dalamnya), haqqul hifdzi (menghafalkannya), serta haqqul tabligh (mendakwahkannya kepada sesama).

Kegiatan malam itu menjadi cerminan nyata bahwa semangat keilmuan dan ketakwaan dapat tumbuh bersama dalam satu lingkungan belajar. Melalui inisiatif yang digagas Prof. Dr. Issy Yuliasari, para mahasiswa S2 UNNES tidak hanya ditempa menjadi akademisi yang kompeten, tetapi juga pribadi yang memiliki kedekatan mendalam dengan Al-Quran sebuah bekal yang jauh melampaui dinding-dinding ruang kuliah.

Hadepe – Amaliyatul Hidayah Rofiq