blank
General Manager Pertamina Patra Niaga Jateng–DIY, Fanda Chrismianto, didampingi Dinas ESDM Jateng dan Hiswana Migas menjelaskan soal Satgas RAFI 2026 guna memastikan stok BBM dan LPG, Kamis 12 Maret 2026. foto : tangkapan layar

SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) secara resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.

Adapun masa tugas Satgas RAFI 2026 dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 9 Maret hingga 1 April 2026, mencakup periode puncak arus mudik dan balik Lebaran.

“Selama masa Satgas, Pertamina memprediksi adanya lonjakan permintaan energi yang signifikan di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” kata General Manager Pertamina Patra Niaga JBT, Fanda Chrismianto, saat pers conference, Kamis 12 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Fanda menjelaskan, konsumsi produk Gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) diperkirakan naik sebesar 30,3% dibandingkan rerata normal Januari 2026.

Kenaikan tertinggi diprediksi terjadi pada produk Pertamax Turbo sebesar 55,3% dan Pertamax sebesar 29,7%. Sebaliknya, produk Gasoil (Solar dan Dex Series) diprediksi mengalami penurunan sebesar 10,3% akibat pembatasan angkutan barang.

Untuk sektor rumah tangga, permintaan LPG diproyeksikan tumbuh 9,0%. Menanggapi hal tersebut, Pertamina telah menyiapkan penyaluran tambahan LPG 3 kg melalui extra dropping sebesar 8,33% dan fakultatif sebesar 15,64% dari alokasi reguler.

Dalam paparannya, Fanda menjelaskan kalau per-12 Maret 2026, ketahanan stok BBM tercatat berada pada level aman, yakni berkisar antara 9 hingga 15 kali lipat dari konsumsi harian normal.

Sementara itu, guna mendukung kelancaran arus mudik, Pertamina menyiagakan ribuan fasilitas layanan di jalur strategis guna memberikan layanan prima di jalur – jalur mudik dan wisata.

Untuk musim mudik tahun ini Pertamina menyiagakan sebanyak 1.119 SPBU, di mana 309 di antaranya merupakan SPBU Siaga yang beroperasi 24 jam penuh.

Selain itu, untuk layanan tambahan di Tol, Pertamina menyediakan 21 unit Modular (SPBU tambahan), 11 titik Kiosk kemasan, dan 59 Mobile Storage (mobil tangki kantong) untuk mempercepat suplai di titik padat.

Tak hanya itu saja, Pertamina juga menyiapkan layanan motoris sebanyak 22 unit Pertamina Delivery Service (PDS) yang disiapkan untuk menjangkau pemudik di lokasi kemacetan.

“Kami juga menyiapkan Serambi MyPertamina dengan fasilitas istirahat tersedia di beberapa titik krusial, seperti Rest Area KM 379 A Batang dan KM 260 B Brebes, serta mini serambi di Bandara Yogyakarta Internasional Airport, Stasiun Purwokerto, dan Bandara Ahmad Yani Semarang,” katanya.

Sebagai tambahan, Pertamina saat ini juga telah memetakan wilayah atensi, termasuk jalur lintas utama, lokasi wisata, dan daerah rawan bencana seperti wilayah Pantura yang berpotensi banjir dan pegunungan Dieng yang rawan longsor.

Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menyiapkan rencana kontingensi, termasuk pengalihan jalur distribusi jika terjadi kendala cuaca ekstrem atau bencana alam.

“Kami berkomitmen melayani sepenuh hati dengan memastikan seluruh sarana dan fasilitas dalam kondisi prima demi kenyamanan perjalanan masyarakat selama merayakan Idul Fitri 2026,” kata Fanda.

Dirinya juga mengimbau kepada warga masyarakat yang hendak bepergian mudik untuk menggunakan aplikasi MyPertamina guna memantau lokasi SPBU terdekat dan menikmati berbagai program promosi selama periode Lebaran.

Hery Priyono