blank
Narasumber dari Dinsospermades bersama Forum Operator Dapodikmen (FORDA) Jepara. Foto: Dok

JEPARA (SUARABARU.ID)   – Forum Operator Dapodikmen (FORDA) Jepara, yang kerap dijuluki sebagai pahlawan data di sekolah, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas data pendidikan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Wujud nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam Pertemuan Operator Dapodik SMA/SMK se-Kabupaten Jepara yang diselenggarakan  di Ruang Multimedia SMK Negeri 2 Jepara, Rabu 11 Maret 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh operator Dapodik dari seluruh SMA dan SMK negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Jepara ini  menghadirkan narasumber utama dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Kabupaten Jepara. Hadir juga Kepala SMKN 2 Jepara Indria Mustika

Dengan demikian peserta mendapatkan wawasan dan perspektif yang sangat komprehensif terkait pengelolaan data sosial ekonomi masyarakat.

blank
Pertemuan Operator Dapodik SMA/SMK se-Kabupaten Jepara yang diselenggarakan di Ruang Multimedia SMK Negeri 2 Jepara, Rabu 11 Maret 2026.. Foto: Dok

Fokus utama dari pertemuan ini adalah menyamakan pemahaman mengenai proses verifikasi dan validasi data siswa kurang mampu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Dalam paparannya Zulaikha Almunawaroh dari Disospermades  menjelaskan   Program PKH dan KIP merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. ”Agar penyaluran bantuan ini tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, keakuratan data Dapodik menjadi fondasi utamanya,” ujarnya

Lebih lanjut ia menyatakan, peran para operator Dapodik tingkat sekolah menjadi sangat krusial. ”Sebagai garda terdepan, mereka bertugas memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem benar-benar selaras dengan kondisi riil siswa di lapangan,” ungkap Zulaikha Almunawaroh

blank
Pertemuan Operator Dapodik SMA/SMK se-Kabupaten Jepara yang diselenggarakan di Ruang Multimedia SMK Negeri 2 Jepara, Rabu 11 Maret 2026.

Dalam pertemuan tersebut dibedah beberapa poin penting antara lain mekanisme dan prosedur verifikasi serta validasi data siswa penerima PKH dan KIP di sistem Dapodik, kriteria dan indikator kelayakan penerima bantuan pemerintah, tata cara penginputan data yang sesuai dengan regulasi, serta pentingnya sinkronisasi data dengan basis data terpadu kesejahteraan sosial, solusi praktis untuk mengatasi ketidaksesuaian data antara sistem Dapodik sekolah dan data milik Dinsospermades yang kerap terjadi di lapangan.

Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung sangat dinamis. Para operator sekolah antusias menanyakan berbagai kendala teknis yang kerap mereka temui saat menginput data.

Antusiasme ini mencerminkan tingginya komitmen dan dedikasi FORDA dalam menjaga keakuratan data pendidikan di Kabupaten Jepara. Semua pertanyaan direspons dengan penjelasan yang tuntas oleh narasumber, sehingga peserta dapat langsung mengaplikasikan solusinya dalam pekerjaan sehari-hari.

Harapan ke Depan

Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah upaya konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan data pendidikan. Dengan pemahaman yang seragam mengenai prosedur validasi data PKH dan KIP, diharapkan penyaluran bantuan kepada siswa kurang mampu tidak lagi meleset dari sasarannya.

Lebih dari itu, kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antara Dinas Pendidikan, pihak sekolah, dan Dinsospermades Jepara. Kerja sama lintas sektor ini diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan data yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel demi tercapainya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Jepara.

Hadepe