blank
Harry Nuryanto (tengah) memegang gambar logo Porprov 2026 Juara I dan Budi Santoso (kedua dari kanan), memegang gambar maskot Juara I. Foto: dok/riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Panitia Sayembara Desain Logo dan Maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII/2026, Harry Nuryanto Soediro mengatakan, keputusan pemenang telah ditetapkan melalui SK Ketua Umum KONI Jateng Nomor 047/S.K/III/2026.

Menurut Harry Nuryanto Soediro yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum IV KONI Jateng itu, keputusan sudah final dan tidak dapat diganggu gugat. Karena pemenang ditentukan dengan mengacu pada beberapa elemen khusus.

Pernyataan itu seperti yang disampaikannya, saat mengumumkan pemenang Sayembara Desain Logo dan Maskot Porprov Jateng XVII/2026, yang akan digelar di Semarang Raya, Oktober mendatang.

BACA JUGA: Kursi Ketum Pengkot PBSI Semarang Kosong, Usai Muhaimin Mengundurkan Diri

Dalam sayembara itu, logo karya Wahyu Purnomo dari Kabupaten Banyumas, ditetapkan sebagai pemenang pertama. Sedangkan pemenang kedua dan ketiga masing-masing diraih Sukawi (Kota Semarang), dan M Hafidh Muhiblul Abror (Kabupaten Grobogan).

Untuk kategori maskot, karya berjudul Waraga (Warak Olahraga), kreasi Ari Krispriyanto dari Kabupaten Kebumen ditetapkan sebagai Juara I. Sebagai Juara II diraih M Nurul Hakim Syaban (Kabupaten Jepara) dengan karya berjudul Si Argo, Juara III diraih M Reivan Hafiz (Kota Semarang) dengan karya Si Wara.

”Kesesuaian tema ini harus mencerminkan Porprov Jateng 2026, dan identitas dari Semarang Raya sebagai tuan rumah. Hal itu juga sudah disebutkan dalam tema, dan memiliki bobot penilaian tersendiri,” kata Harry, didampingi Wakil Ketua Panitia Budi Santoso dan Sekretaris Devri Alfandy, di Kantor KONI Jateng, Semarang, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA: Kemenkum Jateng Lakukan Monitoring Posbankum di Blora dan Grobogan

Dijelaskan juga, komponen penilaiannya terkait kreativitas dan orisinalitas. Artinya, diharapkan terdapat keunikan dari ide yang diajukan, serta keaslian dari desain yang dibuat. Menurut dia, nilai filosofis juga menjadi perhatian khusus.

Dalam penilaian ini, dilihat apakah terdapat makna, pesan maupun filosofi yang terkandung di dalam desain, baik pada logo maupun maskot, termasuk kekuatan visualnya.

”Desain logo dan maskot harus dapat diaplikasikan di berbagai media dan ukuran, sehingga tetap jelas dan mudah dikenali. Logo maupun maskot diharapkan mudah diingat, serta mudah diidentifikasi masyarakat ketika ditampilkan,” tandasnya.

BACA JUGA: Wagub Jateng Luncurkan Wakaf Sosial, Ajak Perbankan Perkuat Ekonomi Umat dan Kesejahteraan Rakyat Jateng

Di bagian lain, Wakil Ketua Panitia yang juga Sekum KONI Jateng, Budi Santoso berharap, karya yang terpilih itu dapat menjadi simbol penyemangat olahraga, menyalakan sportivitas dan kebanggaan bagi masyarakat Jateng.

Hadir juga pada kesempatan itu, tim anggota panitia sayembara di antaranya Siswo Abadi, Prof Heny Setyawati, Agus Hermanto, dan Budi Wienarto.

Riyan