blank
Khoirul Muslimin Wakil Dekan FKD UNISNU Jepara, Andriyan Susanto Ketua Panitia JIF-BuyWe 2026, dan Muhammad Ihda Muhawwin Mahasiswa Desain Produk saat ditemui di lokasi JIF-BuyWe 2026, Rabu (11/3/2026). Foto: Miqdad Syafiq Husaini

JEPARA (SUARABARU.ID) — Program Studi Desain Produk Fakultas Komunikasi dan Desain Unisnu Jepara turut ambil bagian dalam ajang Jepara International Furniture Buyer Weeks 2026 yang digelar di Gedung Wanita Jepara, Rabu (11/3/2026). Keikutsertaan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menampilkan sekaligus menguji karya desain furniture mereka di hadapan pasar yang lebih luas, termasuk buyer internasional.

Mahasiswa Desain Produk sekaligus peserta pameran Muhammad Ihda Muhawwin, mengatakan bahwa partisipasi dalam pameran tersebut bertujuan untuk menambah pengalaman sekaligus mengukur sejauh mana karya mahasiswa mampu diterima oleh pasar mebel.

Menurutnya, ajang seperti JIF-BuyWe 2026 ini memberikan kesempatan langka bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung respon pengunjung maupun calon pembeli terhadap desain yang mereka hasilkan.

“Tujuan utama kami mengikuti pameran ini adalah untuk menambah jam terbang mahasiswa Desain Produk. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk menguji langsung karya kami di pasar mebel, apalagi pameran ini juga dikunjungi buyer dari mancanegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pameran tersebut mahasiswa dapat belajar memahami selera pasar sekaligus melihat bagaimana desain yang mereka buat mampu bersaing di industri mebel yang sangat dinamis, khususnya di Jepara yang dikenal sebagai salah satu pusat industri furniture di Indonesia.

Terkait proses persiapan, Ihda menjelaskan bahwa tidak ada persiapan khusus yang dilakukan secara terpisah untuk mengikuti pameran ini. Pasalnya, setiap semester mahasiswa Desain Produk memang dituntut untuk menghasilkan karya desain furniture sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Karya-karya yang ditampilkan sebenarnya berasal dari hasil perkuliahan mahasiswa setiap semester. Dari berbagai karya tersebut kemudian dipilih dan dikurasi untuk ditampilkan di pameran ini,” jelasnya.

Melalui proses kurasi tersebut, karya-karya yang dinilai memiliki nilai desain, fungsi, dan potensi pasar yang baik kemudian dipamerkan kepada pengunjung. Hal ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan ide dan konsep desain mereka kepada publik yang lebih luas.

Keikutsertaan dalam pameran ini juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri mebel di Jepara. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan pameran berskala internasional, mahasiswa tidak hanya belajar tentang desain, tetapi juga memahami dinamika pasar dan kebutuhan konsumen.

Ihda berharap ke depan Program Studi Desain Produk dapat semakin dikenal oleh pelaku industri mebel, khususnya di Jepara yang memiliki ekosistem industri furniture yang kuat.

“Harapannya tentu Prodi Desain Produk bisa semakin dikenal di industri mebel, khususnya di Jepara. Selain itu mahasiswa juga bisa terus mendapatkan pengalaman langsung untuk memahami bagaimana pasar dunia mebel bekerja,” pungkasnya.

Septiana Wibowo – Penulis : Miqdad Syafiq Husaini