MAGELANG (SUARABARU.ID) – DPD LDII meletakkan Pancasila sebagai falsafah organisasi. “Mengacu sejarah nasional maupun Islam, sejak berdiri sampai sekarang LDII dalam berdakwah sudah mengedepankan adanya kemajemukan”.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia yang berdiri pada 3 Januari 1972.
Ketua DPD LDII Kota Magelang, Suhud Joko Prayitno, mengatakan hal itu saat media gathering LDII Magelang bersama insan pers Kabupaten dan Kota Magelang, di resto Kebon Tebu Magelang, Rabu (11/3/26). Dalam acara yang dihadiri pengurus LDII Kabupaten dan Kota Magelang itu selebihnya dia menyatakan bahwa Indonesia sangat majemuk masyarakatnya. Baik dari sisi budaya, kepercayaan, agama, sangat majemuk.
“Sehingga konsep yang kami tumbuhkan dalam rangka dakwah adalah konsep toleransi. Mengingat faham Islam yang namanya perbedaan kami hormati,” katanya.
Menurutnya, toleransi harus dikelola dengan baik, perbedaan harus dikelola dengan baik, dengan semangat toleransi dan persaudaraan. Menebarkan persamaan dan mengecilkan perbedaan. “Jadi yang sudah beda jangan dicari samanya, yang sudah sama jangan dicari bedanya,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama dia tuturkan, harmoni sosial bukan sesuatu yang jatuh dari langit begitu saja. Tetapi melalui proses yang cukup panjang, penuh lika-liku, pertentangan dan perpecahan, potensi perpecahan dalam masyarakat.
Ibarat sebuah taman tumbuh berbagai macam tanaman, bunga dan warna. “Kalau tanaman itu dibiarkan tumbuh, maka akan menjadi belantara yang sangat indah. Maka tanaman perlu dipupuk, perlu dipagari, agar menjadi taman yang indah,” tuturnya.
Kemajemukan bukan semata-mata sebagai suatu beban. Melainkan sebagai tanggung jawab bersama yang dilaksanakan dengan empati, ketulusan untuk mendengarkan,
Anyar Gress
Sementara itu Sekretaris DPD LDII Kabupaten Magelang, Arif Yulianto, dalam kesempatan tersebut memaparkan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Yakni bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah. Selain itu bidang kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru yang terbarukan.
Dia juga menegaskan bahwa LDII berkomitmen menyukseskan visi misi Pemkab Magelang. “Mewujudkan Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul dan sejahtera atau disebut Anyar Gress. Kami siap mendukung melalui delapan progam pengabdian LDII untuk bangsa, di mana salah satunya melalui bidang pendidikan,” ujar Arif Yulianto.
Disebutkan, kalau di Pusat memiliki Asta Cita dan Pemkab Magelang memiliki Sapta Cipta, di LDII memiliki delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Dia mengungkapkan, empat bidang pertama, berfokus pada pembangunan sumber daya manusia, yaitu kebangsaan, dakwah, pendidikan dan kesehatan. “Empat bidang selanjutnya, adalah ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan,” pungkas Arif.
Eko Priyono













