PURWOREJO (SUARABARU.ID) – Jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Purworejo masa bakti 2026–2031 resmi dilantik, di Pendopo Kabupaten pada Selasa (10/03/2026).
Pergantian kepemimpinan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purworejo terus berjalan dinamis untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.
Pergantian yang digelar seremonial berjalan khidmat, drg. H. Ernawan Cahyo Winardi, MM resmi menjabat sebagai Ketua PMI Kabupaten Purworejo. Dirinya siap menjalankan amanah dan tugasnya lima tahun ke depan, didukung oleh jajaran inti yang kompeten dengan Sekretaris Drs. Frikly Widhi Dewanto, M.T., dan Bendahara: apt. Drs. Wasilin, M.Sc.
Selain pengurus harian, dikukuhkan pula Dewan Kehormatan yang diketuai oleh Zaenudin, dengan anggota Andang Nugerahatara Sutrisno dan Ari Wibowo.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana, SH., M.Si, dengan disaksikan oleh Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti.
Ketua PMI Purworejo Ernawan Cahyo Winardi mengatakan, momentum ini sangat penting dan istimewa dengan adanya penyerahan hibah tanah dan bangunan dari Pemerintah Kabupaten Purworejo kepada PMI.
Tanah seluas kurang lebih 1.100 meter persegi yang selama ini berstatus pinjam pakai, kini resmi menjadi hak milik PMI Purworejo.
“Inilah bentuk dukungan nyata Pemkab Purworejo demi PMI dapat bekerja lebih optimal dan mandiri dalam melayani masyarakat,” kata Ernawan Cahyo Winardi kepada SUARA BARU.ID.
Purworejo yang lengkap dengan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga isu megathrust dengan potensi tsunami. Terkait dengan semua itu, pengurus baru telah menyiapkan beberapa program prioritas, yakni adanya penguatan Relawan Desa dengan membentuk “Desa Tangguh Bencana” dengan melatih relawan lokal agar sigap saat keadaan darurat.
Peningkatan kapasitas dengan optimalisasi pembinaan PMR (Palang Merah Remaja) dan KSR (Korps Sukarela) serta pendirian Posko Mudik Idul Fitri dengan menyiapkan layanan ambulans dan tim medis 24 jam di depan Kantor Dishub Purworejo, berkolaborasi dengan ORARI dan RAPI untuk mengawal arus mudik yang aman.
Ketua PMI Jateng, Sarwa Pramana, memberikan instruksi khusus mengenai pengelolaan dana masyarakat. Ia menekankan bahwa maksimal hanya 20 persen dana yang boleh digunakan untuk operasional organisasi, sementara 80 persen sisanya wajib kembali ke masyarakat dalam bentuk pelayanan.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya koordinasi teamwork. “PMI harus bergerak cepat, namun tetap berada di bawah koordinasi BPBD sebagai komando utama penanganan bencana,” katanya tegas.
Bupati Purworejo, Hj. Yuli Hastuti, mendorong pengurus baru harus mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa manajemen organisasi yang transparan dan perluasan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan PMI Purworejo ke depan.
Arif Age













