JEPARA (SUARABARU.ID) – Jepara kembali gelar pameran furnitur bergengsi, Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BuyWe) 2026, yang berlangsung pada 8–11 Maret 2026 di Gedung Wanita Jepara. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, acara ini tidak hanya menjadi etalase produk unggulan, tetapi juga ajang strategis menjembatani pengusaha lokal dengan pembeli mancanegara di tengah dinamika ekonomi global.
Panitia penyelenggara menyadari bahwa situasi geopolitik dunia turut memengaruhi minat kunjungan buyer internasional. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menegaskan bahwa pihak panitia akan terus melakukan inovasi fasilitas untuk menarik minat para buyer mancanegara.
“Kondisi geopolitik memang memberikan dampak yang cukup terasa, namun kami tetap optimis. Kami berencana memfasilitasi para buyer dengan tiket pesawat gratis rute Jakarta-Semarang serta layanan shuttle menuju Jepara,” ujar Andriyan Susanto, Ketua Panitia JIF-BuyWe saat ditemui di lokasi acara, Selasa (10/3/2026).,

Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pembeli internasional untuk datang langsung dan melihat proses produksi di workshop peserta, sehingga tercipta hubungan bisnis jangka panjang berbasis kepercayaan.
Salah satu peserta yang merasakan manfaat pameran ini adalah brand Selawe, yang lahir di masa pandemi tahun 2020. Setelah sukses menguasai pasar domestik, brand ini kini membidik pasar luar negeri melalui pameran JIF-BuyWe.
“Target kami melalui pameran ini adalah menambah jangkauan pasar luar negeri. Saat ini kami sudah berhasil menembus pasar Malaysia dan Singapura,” ungkap Hendrik, pemilik brand Selawe.
Ia menambahkan bahwa kemudahan prosedur pendaftaran menjadi nilai plus bagi pelaku usaha lokal. “Syaratnya tidak rumit, yang penting kami punya tempat produksi sendiri dan produk yang siap tampil,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pameran fisik, panitia juga memperkuat promosi digital dengan menayangkan profil dan katalog produk peserta di laman resmi JIF sepanjang tahun. Dengan demikian, pengusaha tetap bisa memasarkan produknya secara daring hingga pameran berikutnya bergulir.
“Kami ingin pembeli tidak hanya melihat barang di sini, tapi juga meninjau langsung proses produksi di workshop para peserta agar tercipa hubungan kepercayaan antara pembeli dan pembuatnya,” imbuh Ketua Panitia.
Melalui sinergi antara fasilitas transportasi yang mumpuni dan kekuatan promosi digital, JIF-BuyWe 2026 diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi industri mebel Jepara di kancah internasional sekaligus mengukuhkan predikat Jepara sebagai pusat ukir dunia.
Hadepe – Eky Putri Febriyani dan Ika Putri Aprilia













