SEMARANG (SUARABARU.ID) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Syariah Jawa Tengah (Jateng) punya target menghadirkan festival makanan halal terbesar se Asia Tenggara (Asean), di provinsi ini pada 2027 mendatang.
“Rencana sih kita membuat festival makanan halal terbesar se-Asean,” kata Ketua Hipmi Syariah Jawa Tengah, Muhammad Sabiq Kamalul Haq, usai pelantikan organisasi tersebut pada masa Bhakti 2026-2029 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Jumat, 6 Maret 2026.
Agenda itu, kata Sabiq, menjadi salah satu program yang bakal digarap ke depan. Beberapa program di antaranya, wisata syariah yang melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Terlibat dengan branding-nya atau mungkin terlibat dengan pembuatan festival halal dan lain-lain sebagainya,” ucapnya.
Dia juga ingin mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk regulasi yang menaungi program khusus wisata syariah atau halal. Dukungan khusus dari Gubernur Jateng telah didapatkan.
Saat ini, kata Sabiq, persiapan untuk program tahun depan telah mulai dilakukan. Ini didukung 500 anggota dengan latar belakang pengusaha dari berbagai bidang dengan label syariah.
”Ada pengusaha, dengan sertifikasi halal semuanya,” ucapnya.
Sertifikasi Halal UMKM
Lebih lanjut, dia mengatakan, pada Festival Makanan Halal 2027 mendatang akan memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendampingi proses sertifikasi halal.
”Mengundang para pelaku UMKM makanan. Kita kumpulkan semua, baik yang sudah punya sertifikat halal maupun belum. Nah, yang belum punya sertifikat halal di situ juga kita proses sertifikasi halal,” ucap Sabiq yang juga pengusaha kuliner tersebut.
Dikatakan dia, pada gelaran tersebut direncanakan diikuti ribuan peserta se Jawa Tengah. Adapun pusat kegiatan akan dilakukan di Kota Semarang.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, peta jalan pemerintahannya pada 2027 akan berfokus pada pariwisata termasuk wisata halal.
“Road map (peta jalan) kita di Jawa Tengah pada 2025 itu infrastruktur, 2026 swasembada pangan, dan 2027 pariwisata serta ekonomi syariah. Tidak usah menunggu, sekarang dimulai,” katanya.
Dia menilai, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim dan wisata halal yang dapat menjangkau pasar internasional.
“Kita punya wisata ramah muslim, wisata halal. Jangan hanya mikro dan kecil, tapi juga menengah. Ada banyak negara serumpun yang belum tergarap,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia ingin membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Hipmi Syariah Jateng. Dia bilang, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. (*)
Diaz A Abidin













