GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pembangunan Jembatan Garuda di Kecamatan Kedungjati akhirnya menjadi jawaban atas penantian panjang warga dua desa di Kabupaten Grobogan.
Jembatan yang diresmikan Pangdam IV Diponegoro ini kini menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari yang selama puluhan tahun terpisah oleh Sungai Tuntang.
Peresmian Jembatan Garuda di wilayah Kedungjati tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat, Senin (9/3/2026).
BACA JUGA : Pendaftaran Mahasiswa Baru Universitas Semarang Diperpanjang
Momen ini disambut antusias masyarakat yang selama bertahun-tahun harus memutar jauh untuk beraktivitas sehari-hari.
Kehadiran jembatan gantung itu menjadi simbol perubahan bagi warga sekitar. Selama ini masyarakat dari kedua desa harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk menuju wilayah seberang sungai, baik untuk bekerja, sekolah maupun kegiatan ekonomi lainnya.
Kini akses penghubung tersebut telah terbuka. Dengan berdirinya jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Tuntang, mobilitas warga dipastikan menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 13 Januari 2026 dan berhasil diselesaikan pada 26 Februari 2026. Proses pengerjaan sempat menghadapi tantangan cuaca yang kurang bersahabat, namun proyek akhirnya dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
Jembatan yang berdiri kokoh di atas Sungai Tuntang itu memiliki panjang sekitar 80 meter dengan lebar 120 sentimeter. Meski tidak terlalu lebar, konstruksinya dirancang kuat untuk mendukung mobilitas masyarakat yang melintas setiap hari.
Keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi sekitar 6.418 warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial masyarakat di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan peresmian, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang bertujuan membuka akses wilayah yang masih terisolasi.
“Program ini merupakan program bapak presiden untuk menghubungkan daerah-daerah yang selama ini belum tersambung akses transportasinya, bahkan ada yang terisolir karena tidak memiliki jembatan,” jelasnya.
BACA JUGA : Jembatan Garuda Membentang, TNI AD Hadir untuk Rakyat
Ia menambahkan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, TNI Angkatan Darat mendapat kepercayaan untuk menjadi pelaksana pembangunan jembatan perintis di berbagai wilayah di Indonesia.
Melalui Kodam IV/Diponegoro, pembangunan jembatan gantung terus dilakukan di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Menurut Achiruddin, di wilayah Jawa Tengah saat ini sudah terdapat 13 titik jembatan yang berhasil dibangun dan diresmikan. Infrastruktur tersebut tersebar di berbagai daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses transportasi.
Selain itu, masih ada puluhan titik jembatan lainnya yang sedang dalam tahap pengerjaan. Pemerintah bersama TNI menargetkan seluruh proyek tersebut dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
“Sementara ini ada 29 titik yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa setiap pembangunan jembatan perintis ditargetkan rampung dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan akses penghubung bisa segera merasakan dampaknya.
“Kita ditargetkan satu jembatan maksimal selesai dalam waktu satu bulan. Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan bapak bupati untuk mencari titik-titik baru yang membutuhkan jembatan,” ujarnya.
Program pembangunan jembatan perintis diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah yang masih terkendala akses transportasi. Dengan demikian, kesenjangan infrastruktur antarwilayah dapat semakin berkurang.
Selain mempercepat mobilitas warga, kehadiran jembatan juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan diprediksi menjadi lebih lancar.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, melainkan juga simbol harapan baru bagi masa depan desa mereka yang kini semakin terbuka.
BACA JUGA : Tak Perlu Khawatir! Stok Pangan di Kudus Melimpah Jelang Ramadhan
Dengan diresmikannya Jembatan Garuda, masyarakat di Kedungjati Kabupaten Grobogan kini tidak lagi terisolasi oleh Sungai Tuntang. Infrastruktur tersebut menjadi bukti komitmen Pangdam IV Diponegoro dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Ke depan, Jembatan Garuda di Kedungjati yang diresmikan Pangdam IV Diponegoro diharapkan mampu memperkuat konektivitas desa-desa di Grobogan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses transportasi yang lebih cepat dan efisien.
TYA WIDYA













