blank
Sukarelawan PMI Kebumen bersams tim gabungan mengevakuasi mayat lelaki yang jatuh dari pohon jenitri di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Senin 9/3.(Foto:SB/Humas PMI)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kebumen bersama tim satuan gabungan lainnya mengevakuasi jenazah Sayono (56),  jatuh dari pohon jenitri di Desa Panusupan, Kecamatan  Sruweng, Senin (9/3)  2026

Setelah mendapat laporan dari Tim Inafis Polres Kebumen, sebanyak 6 sukarelawan PMI Kebumen bersama 1 unit ambulans jenazah lengkap dengan peralatan evakuasi langsung menuju lokasi kejadian di Desa Penusupan Sruweng.

Mayat korban setelah berhasil dievakuasi hampir 2,5 jam dari lokasi kejadian, selanjutnya dibawa ke rumah duka dan dicek oleh petugas puskesmas setempat.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Kebumen Qosim Jamaludin mengatakan, layanan evakuasi jenazah tetap berjalan selama bulan Ramadan 1447 H sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Menurutnya, selama Ramadan tahun ini PMI Kebumen telah sebanyak tujuh 7 kali melakukan layanan evakuasi jenazah. Dari seluruh evakuasi  itu diberikan oleh PMI secara gratis tanpa dipungut biaya.

“Walaupun di bulan Ramadan, kami tetap melayani kegiatan layanan jenazah. Itu gratis tanpa pungutan biaya sebagai bentuk pengembalian dana kemanusiaan dari masyarakat melalui Bulan Dana PMI,”terang Qosim.

blank
Sukarelawan PMI Kebumen dan tim gabungan bersiap mengevakuasi mayat Sayono (56), warga Desa Penusupan, Keamatan Sruweng, yang tewas terjatuh dari pohon jenitri, Senin 9/3.(Foto:SB/Humas PMI)

Ia menegaskan,  komitmen PMI akan selalu hadir membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Termasuk dalam kondisi darurat, bencana alam maupun saat terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan kemanusiaan.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, peristiwa bermula saat kedua korban memanjat pohon jenitri untuk memanen buah di area kebun yang memiliki kontur pegunungan.

“Diduga pohon jenitri yang dipanjat korban sudah tua dan akarnya lapuk, sehingga tiba-tiba tumbang saat keduanya berada di atas pohon,”ujar Kapolres.

Berdasarkan keterangan saksi, kedua korban berangkat dari rumah sekitar Pukul 07.00 WIB menuju kebun yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Sekitar Pukul 09.00 WIB, saat keduanya berada di atas pohon dengan ketinggian belasan meter, pohon tersebut mendadak roboh.

Salah seorang saksi, Seja Kuswoyo, yang saat itu sedang mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, mengaku mendengar suara keras seperti pohon tumbang disertai teriakan minta tolong.

Saat mendatangi sumber suara, saksi mendapati kedua korban telah terjatuh ke tanah. Sayono ditemukan dalam kondisi tidak bergerak, sementara Yatiman mengalami luka dan mengeluh kesakitan.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan pohon jenitri yang dipanjat memiliki tinggi sekitar 16 meter. Pohon tersebut diduga tumbang karena kondisi akar yang sudah lapuk dan berlubang.

Petugas juga menemukan sejumlah peralatan panen di lokas.  Di antaranya tangga bambu, tali plastik, serta alat pemanen dari bambu yang biasa digunakan untuk memetik buah jenitri.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Sayono (56), warga Dusun Patok, RT 01 RW 02, Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng. Sementara rekannya, Yatiman (54), mengalami luka-luka dan saat ini masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia mengalami sejumlah luka serius akibat benturan keras saat terjatuh. Sementara korban luka mengalami robek pada bagian pelipis dan kening serta patah tulang pada tangan kanan.

Komper Wardopo