KEBUMEN (SUARABARU.ID) – PT BPR BKK Kebume (Perseroda) pada 2026 akan tetap fokus mendorong perkembangan dunia usaha sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Hal itu diungkapkan Plt Dirut PT BPR BKK Kebumen (Perseroda) Dr Sudiharto SH MH didampingi Direktur Pemasaran Duhita Paramita Ayu SH kepada para wartawan pada silaturahmi dan buka bersama di Aula PT BPR BKK Kebumen Jalan HM Sarbini, Senin (9/3) petang.
Menurut Sudiharto, dirinya ditunjuk menjadi Plt Dirut setelah pejabat lama, Sutrisno, memasuki purna beberapa waktu lalu. Saat ini poses penjaringan dirut PT BPR BKK Kebumen masih berlangsung dan dirinya sedang menghadapi fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan.
Sudiharto menyatakan, kebijakan mendukung sektor UMKM dalam penyaluran kredit itu sebagai wujud kepedulian guna membantu permodalan para pelaku usaha UMKM di daerah. Apalagi selama ini UMKM menjadi salah satu mitra strategis yang terpercaya dalam penyaluran kredit dan pengembangan usaha.
“Kami akan tetap menyalurkan kredit hingga Rp 1 M kepada pelaku UMKM. Di Kebumen ini ada ribuan pelaku UMKM dan ini perlu mendapat perhatian di bidang modal dan usaha agar mereka makin berkembang dan mampu menghidupkan perekonomian daerah,”imbuh pria yang sudah 40 tahun mengabdi di BPR BKK tersebut.
Sudiharto juga menjelaskan, sektor lain yang memperoleh perhatian PT BPR BKK Kebumen adalah para pedagang kecil di pasar, petani dan nelayan. Terutama para nelayan pantai selatan Kebyemn yang ada di Kecamatan Ayah, Petanahan dan Klirong serta Mirit.
Bahkan saat ini PT BPR BKK Kebumen juga memberikan plafon kedit untuk membantu para calon pekerja migran Indonesia (PMI) atau pekerja yang mau bekerja di luar negeri. Penyaluran kredit ini diberikan lantaran Kebumen menjadi salah satu kantong pengirim tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
Direktur Pemasaran PT BPR BKK Kebumen Duhita Paramita Ayu menambahkan, beberapa jenis kredit yang diberikan antara lain Kredit Migran Indonesia, Kredit Pegawai, Kredit Perangkat, Kredit Umahku untuk rehab rumah serta Kredit Pinar/Pendidikan untuk mendukung pembiayaan pendidikan yang tanpa biaya administrasi.Selain itu masih ada Kredit Mikro dan Kredit Nelayan.”Kredit Pintar atau Kredit Pendidikan ini bisa dialokasikan ke biaya praktikum, biaya kuliah, biaya sekolah, biaya kos, biaya studi tour hingga biaya wisuda,”jelas Duhita.
Komper Wardopo













