SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api akibat adanya truk trailer pengangkut alat berat yang menghalangi jalur rel di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) Nomor 5 antara Stasiun Alastua-Stasiun Semarang Tawang pada KM 2+800.
Akibatnya, perjalanan kereta api di wilayah KAI Daerah Operasi 4 Semarang sempat mengalami gangguan akibat adanya truk trailer bermuatan alat berat yang tersangkut di perlintasan sebidang JPL 5 Kaligawe Semarang petak jalan antara Stasiun Semarang Tawang – Stasiun Alastua pada Senin malam (9/3/2026).
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 23.46 WIB di KM 2+800 petak jalan Stasiun Semarang Tawang – Stasiun Alastua.
“Pada pukul 23.46 WIB, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Alastua menerima informasi dari Petugas Jalan Lintasan (PJL) 5 Kaligawe mengenai adanya truk trailer bermuatan alat berat yang tersangkut di perlintasan sebidang dan menghalangi jalur hulu maupun hilir. Kondisi tersebut mengakibatkan perjalanan kereta api untuk sementara tidak dapat melintas demi menjaga keselamatan,” kata Luqman, Selasa (10/3/2026).
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.46 WIB saat sebuah truk trailer pengangkut alat berat berhenti dan menghalangi jalur kereta api di perlintasan, sehingga perjalanan kereta api tidak dapat melintas untuk sementara waktu demi menjaga keselamatan perjalanan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, petugas KAI segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan proses evakuasi kendaraan yang menghalangi jalur rel. KAI juga menyiapkan langkah teknis dengan mengirimkan lokomotif penolong (NR) guna membantu proses penanganan di lokasi.
“Setelah melalui upaya penanganan bersama, pada pukul 02.53 WIB truk trailer akhirnya berhasil dibebaskan dari perlintasan dan jalur hulu maupun hilir kembali dinyatakan aman untuk dilalui perjalanan kereta api,” tambah Luqman.
Akibat kejadian tersebut, tercatat ada sebanyak 10 perjalanan kereta api mengalami gangguan perjalanan, berupa keterlambatan menunggu jalur dinyatakan aman untuk dilalui.
Adapun kereta yang mengalami keterlambatan antara lain,
1. KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi – Gambir lambat 184 menit
2. KA Majapahit relasi Malang – Pasarsenen lambat 143 menit
3. KA Sembrani relasi Gambir – Surabaya Pasarturi lambat 125 menit
4. KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi lambat 95 menit
5. KA Parcel tujuan Surabaya lambat 109 menit
6. KA Pandalungan relasi Gambir – Jember lambat 85 menit
7. KA Blambangan ekspres relasi Banyuwangi – Pasarsenen lambat 64 menit
8. KA Kertajaya relasi Pasarsenen – Surabaya lambat 42 menit
9. KA Darmawangsa relasi Pasarsenen – Surabaya Pasarturi lambat 23 menit
10. KA Barang tujuan Jakarta 25 menit













