blank
Pelepasan ekspor kopi robusta Pekalongan ke Yunani. Foto: Istimewa.

PEKALONGAN (SUARABARU.ID)
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tegal memfasilitasi pelepasan ekspor kopi Robusta asal Kabupaten Pekalongan sebanyak 19,8 ton ke Yunani.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal
Bimala menyampaikan, komoditas tersebut akan dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan tujuan Pelabuhan Thessaloniki, Yunani, dan selanjutnya didistribusikan ke Macedonia.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong UMKM berorientasi ekspor serta memperkuat daya saing komoditas unggulan daerah,” kata Bimala.

Sebelumnya, pada periode November 2025, kopi Robusta asal Pekalongan telah diekspor ke Yunani sebanyak mencapai 59,4 ton yang dikirimkan dalam 3 kontainer biji kopi hijau (green bean).

Ekspor tersebut ujar Bimala dilaksanakan oleh KUB Lumbung Kopi Nusantara, kelompok tani dan UMKM kopi binaan KPwBI Tegal yang berlokasi di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten
Pekalongan.

KUB Lumbung Kopi Nusantara mengelola dan mengkonsolidasikan lahan seluas 60 hektar di kawasan perhutanan sosial Perhutani KPH Pekalongan Timur serta memproduksi green bean, roasted bean, dan kopi bubuk.

Lebih lanjut Bimala mengatakan, keberhasilan ekspor dalam skala kontainer ini menjadi tonggak penting bagi kopi Pekalongan dalam menembus pasar internasional.

Capaian tersebut mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, serta kesiapan UMKM kopi daerah untuk bersaing di pasar global. KUB Lumbung Kopi Nusantara tercatat menjadi mitra binaan KPwBI Tegal sejak Tahun 2024.

Bank Indonesia memiliki tugas utama mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah, baik terhadap barang dan jasa (inflasi) maupun terhadap mata uang asing, melalui tiga pilar kebijakan, yaitu kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan.

Sejalan dengan mandat tersebut, sejak Tahun 2006 Bank Indonesia juga melaksanakan program
pengembangan klaster UMKM komoditas unggulan daerah guna mendukung penguatan ekonomi
regional.

Khusus pada komoditas kopi, Bank Indonesia secara konsisten mendorong penguatan klaster/kelompok petani kopi, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, serta fasilitasi akses
pasar domestik dan ekspor.

Ekspor kopi Robusta Pekalongan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perolehan devisa negara, peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional berbasis komoditas unggulan daerah.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha guna mendorong UMKM berorientasi ekspor yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Isno M Wadmin