blank
Balai Bahasa Jawa Tengah menggelar kegiatan PKBI, guna meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia bagi generasi muda. Foto: dok/bbjt

UNGARAN (SUARABARU.ID)– Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah (BBJT), Dwi Laily Sukmawati SPd MHum mengatakan, kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), memiliki sejumlah tujuan strategis. Antara lain, meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia bagi generasi muda.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat membuka kegiatan PKBI, di Ruang Bojanaloka, pada Sabtu-Minggu (28 Februari-1 Maret 2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta memperkuat pengutamaan bahasa negara di ruang publik dan dokumen resmi, bagi generasi muda.

Hadir pada kegiatan yang diikuti 50 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Semarang dan Universitas Ngudi Waluyo itu, Dekan Fakultas Ekonomi Hukum dan Humaniora Universitas Ngudi Waluyo, Budiati SPd MPd.

BACA JUGA: Waspada Siklon Tropis, Hujan Angin Disertai Petir dan Gelombang Laut Tinggi

”Untuk meningkatkan kemahiran itu sudah pasti, judulnya saja peningkatan kemahiran. Kemudian yang kedua, kami ingin menyosialisasikan regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah, berkaitan dengan pengutamaan bahasa negara,” kata Laily dalam sambutannya.

Dijelaskan dia, dokumen-dokumen resmi dan ruang publik, memang harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah mengikuti PKBI, mahasiswa diharapkan makin terampil menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar, sesuai dengan kaidah yang berlaku, serta mampu mengimplementasikannya dalam ranah akademik dan profesional.

Dalam acara pembukaan, dilaksanakan juga penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS) BBJT dengan Fakultas Ekonomi Hukum dan Humaniora Universitas Ngudi Waluyo. Kerja sama itu merupakan langkah strategis, untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia.

BACA JUGA: Penutuhan Kapal KM Dua Putra Sesuai Standar Lingkungan

blank
Panitia penyelenggara bersama para narasumber dan sejumlah peserta berfoto bersama, usai acara pembukaan. Foto: dok/bbjt

Pada kesempatan itu juga, Budiati menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin ini. Dia mengungkapkan, kegiatan itu dapat dijadikan sebagai refleksi bagi semua pihak.

”Kegiatan ini menjadi ruang untuk refleksi bagi kita semua, bahwa kualitas akademik tidak hanya ditentukan substansi keilmuan, tetapi juga kualitas bahasa yang kita gunakan untuk menyampaikannya. Bahasa yang tertib, sistematis, dan sesuai kaidah mencerminkan pola pikir yang runtut dan integritas akademik yang kuat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini BBJT menghadirkan dua orang narasumber sebagai pemateri, Ema Rahardian SS MHum (Widyabasa Ahli Madya) dan Tri Yulia Nurhalimah SS (Widyabasa Ahli Pertama).

BACA JUGA: Kolaborasi Tanpa Batas, Magister Pendidikan Matematika Unissula Perluas Akses Global

Dalam paparannya, Ema Rahardian menyampaikan materi mengenai kaidah bahasa Indonesia, terkait dengan ejaan surat dinas. Materi itu tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga memberikan pemahaman praktis, mengenai penerapan kaidah kebahasaan dalam penulisan dokumen resmi.

Di hari kedua, acara diisi dengan penyampaian materi mengenai penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, yang disampaikan Tri Yulia Nurhalimah. Dalam sesi ini, Yulia menekankan pentingnya standardisasi bahasa pada sarana umum di lingkungan instansi.

Riyan