WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Rumah peternakan unggas berisi sekitar 20 ribu ekor anak ayam, Minggu pagi (1/3/26) terbakar. Meski amukan jago merah berhasil dipadamkan, namun mayoritas anak ayam mati terbakar, dan hanya sebagian kecil saja yang masih hidup.
Rumah peternakan unggas khusus untuk pembesaran ayam pedaging tersebut, adalah milik Yusup Tanto Kurniawan. Lokasinya di Dusun Tambak Ruci RT 2/RW 7, Desa Jatirejo, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Berada sekitar 30 Kilometer (KM) arah timur laut dari Markas Induk Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran rumah peternakan ayam tersebut. Tapi kerugian materi diprediksi mencapai lebih dari Rp 100 juta. Penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan petugas. Ada dugaan, pemicu kebakaran berasal dari api penghangat ayam yang terpasang di kandang.
Api pemanas itu, sebenarnya sudah diamankan berada dalam tong. Tapi karena tiupan blower anginnya cukup besar, menjadikan alat pemanas yang ada di dalam tong, terlempar keluar dan menimbulkan api kebakaran. Nyala apinya makin berkobar, menyebar secara luas membakar kandang beserta seluruh isinya.
Upaya darurat pemadaman mengalami kendala, karena di lokasi tidak tersedia air. Juga tidak ada tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau generator set (genset) mesin pompa air. Kobaran api makin membesar dan meluas, membakar hampir seluruh bangunan rumah peternakan yang berkonstruksi rumah panggung tersebut.
Delapan
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Damkar Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, kontak permohonan bantuan pemadaman disampaikan pada Pukul 06.45 oleh pemilik rumah peternakan.
Tim Fire Fighter Damkar Markas Induk Wonogiri, langsung meluncur meunju lokasi. Mereka berjumlah delapan personel dipimpin oleh Komandan Regu (Danru)-3 Setyo Pamungkas. Kedelapan personel itu, terdiri atas Setyo Pamungkas, Rudi Hartanto, Gunawan Endro C, Juni Haryadi, Sidik Hudi A, Supriyanto, Nanda Ari P dan Rio Adi P.
Dibantu 2 personel tenaga tambahan dari Regu-2 dan Regu-4, mereka bergegas menuju lokasi dengan membawa serta dua unit mobil brandweer. Tiba di lokasi Pukul 07.10, langsung melakukan pemadaman. Penyemprotan air dari mobil brandweer ditujukan langsung ke sasaran titik api, dengan harapan kobaran api dapat segera dipadamkan. Untuk ini, personel Damkar ada yang melakukan pemanjatan tiang rumah peternakan, untuk mendapatkan posisi yang tepat dalam mengarahkan semprotan air dari ketinggian, untuk mencapai ke titik kobaran nyala api.
Proses penuntasan pemadaman berlangsung sampai dengan Pukul 08.30. Para personel Fire Fighter baru meninggalkan lokasi, ketika dipastikan api telah benar-benar padam. Dari pendataan awal, kondisi rumah peternakan ayam tersebut mengalami terbakar sekitar 80 persen. Mayoritas anak ayam yang masih berusia sekitar 2 pekan, mati karena kobaran api kebakaran. Hanya tersisa sekitar 3 ribu ekor saja yang selamat.
Berkaitan dengan kebakaran rumah peternakan ayam itu, pihak Damkar Pemkab Wonogiri mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan hati-hati dalam memperlakukan api. Jangan bertindak sembrono. Pastikan unsur api yang digunakan, termasuk api sebagai penghangat kandang, berada dalam keadaan safety, dan tidak berpotensi memicu kebakaran.(Bambang Pur)













