KARANGANYAR (SUARABARU.ID)– Perwakilan Bank Jateng Cabang Karanganyar, Ervin Dewi Pratiwi mengatakan, pihaknya mengajak generasi muda mulai berinvestasi untuk masa depan. Salah satu syaratnya, cara memilihnya harus benar, dan jangan tergiur dengan investasi bodong.
”Investasi itu penting. Karena kita tidak pernah tahu, kehidupan tak bisa diprediksi, tapi bisa disiapkan,” kata Dewi, dalam diskusi publik bertajuk ‘Ngabuburit Hukum dan Ekonomi: Anak Muda Waspadai Money Laundry’. Kegiatan ini digelar di Hall Hotel Taman Sari, Kabupaten Karanganyar, Jumat (27/2/2026).
Diterangkan olehnya, jika bicara money laundry atau Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), erat hubungannya dengan hal investasi. Namun investasi yang harus dicari anak muda yakni, investasi resmi atau sah sesuai hukum. Pihaknya berharap, anak muda tidak tergiur dengan iming-iming.
BACA JUGA: Menikmati Indahnya Eksotika Savana di Bukit Wairinding Sumba Timur
Dewi kemudian memberikan cara berinvestasi yang benar dan tepat. Salah satunya, hasil investasi tidak tidak mungkin didapatkan secara instan. Investasi butuh waktu dan proses, untuk bisa mendapatkan hasilnya.
Disarankan dia, agar tidak salah jalan memahami alur perbankan, bisa mencari informasi program investasi, seperti yang dimiliki Bank Jateng. Bank ini memiliki banyak produk, salah satunya Tambungan Bima. Selain mudah, juga bersahabat dengan teknologi. Mulai dari Bima Mobile, hingga dompet digital.
”Kita memiliki tabungan yang administrasinya sangat rendah. Administrasi hanya Rp 7.500 per bulan. Tabungan dirancang untuk investasi di masa sekarang dan mendatang,” terang dia.

Disampaikan juga, nasabah tak perlu khawatir jika niat berinvestasi atau menabung terhambat uang saku. Pasalnya, ada program TabunganKu, yang ditujukan untuk nasabah perorangan dengan setoran awal ringan, Rp 10.000-20.000, hingga bebas biaya administrasi. Ada pula Bima Rencana, untuk membantu merencanaan keuangan masa depan.
Dewi menambahkan, jika memiliki investasi atau tabungan, nantinya setelah lulus dari pendidikan, diyakini bisa membuat lapangan kerja atau wirausaha. Menurutnya, dengan tabungan yang mencukupi, perjalanan anak muda akan lebih mudah dan terencana.
”Waktu kita sisihkan uang untuk menabung, saat lulus kuliah, kita punya uang, kita punya modal, mau berwirausaha atau buka usaha seperti apapun bisa,” sarannya.
Dalam kegiatan diskusi publik itu, Bank Jateng juga menghadirkan bazaar UMKM binaan dari Karanganyar. Ada pegang esteh, es buah, dimsum hingga batagor. Jajanan yang disajikan itu pun, ludes diserbu peserta saat berbuka puasa.
Selain Dewi dari Bank Jateng, hadir sebagai narasumber lain yakni, Ketua Komisi Kejaksaan RI Pujiyono Suwadi, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng Zulkifli Gayo, Pakar TPPU Dr Ardhian Dwiyoenanto, hingga Local Hero Karanganyar, Hervan Miftah Hafidin.
Turut membuka acara, sekaligus menyampaikan pesannya, Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar Era Indah Soraya, dan Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Aliana.
Acara yang digelar Kejaksaan Negeri Karanganyar, Pemkab Karanganyar, Bank Jateng dan Solusi Indonesia itu, juga dihadiri sejumlah pejabat Bank Jateng Pusat, dan Pemimpin Bank Jateng Cabang Karanganyar, Muhammad Heru Purnomo.
Riyan













