WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gara-gara saat memasak ditinggal ke depan, api kompor berkobar membakar rumah dapur. Musibah kebakaran ini, terjadi di rumah Dodi Maryono, di Lingkungan Patoman RT 01/RW 04, Kelurahan Kayu Loko, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno, melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, menyatakan, kebakaran rumah dapur tersebut berlangsung Rabu petang (25/2/26). Tidak ada korban jiwa, tapi sejumlah perabot rumah tangga yang berada di dapur rusak karena terbakar.
Begitu mendapatkan kontak permohonan pemadaman, Tim Damkar Markas Induk Wonogiri berjumlah 8 personel fire fighter langsung meluncur ke lokasi. Mereka dipimpin Komandan Regu (Danru)-I Sukatman, dengan anggota Ayiep Donnie Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo dan Ahmad Setyo Utomo.
Tiba di lokasi, Tim Damkar langsung melakukan penuntasan pemadaman. Karena sebelumnya, telah lebih dulu ditangani memakai tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penuntasan pemadaman dilakukan, agar tidak terjadi lagi kebakaran susulan dan supaya api tidak merambat ke bangunan lain. Ini dilakukan dengan menyemprotkan air dari unit mobil brandweer.
Bersamaan itu, Tim Damkar melakukan penyelamatan barang-barang yang berpotensi rawan terbakar. Yakni memindahkan stok tabung gas Elpiji ke tempat terbuka di depan rumah. Juga dilakukan pula penyisiran di seputar area kebakaran, untuk memastikan bahwa api benar-benar sudah padam. Tindakan ini dilaksanakan dari Pukul 17.55 sampai dengan Pukul 18.30.
APAR
Kronologi kebakaran rumah dapur ini, diawali ketika putri Dodi Maryono, yakni Aquinsan Nadine Pungky Maryono (15), tengah melakukan tugas memasak di dapur. Tapi kemudian, serta merta ia tinggal ke depan. Tidak berselang lama, tiba-tiba api berkobar dan membakar sejumlah perabot rumah tangga yang ada di rumah dapur.
Ketika kobaran api membesar, sempat membuat panik penghuni rumah dan para tetangga sekitarnya. Langkah darurat pemadaman, dilakukan memakai 2 tabung APAR. Kobaran api bisa padam dan tidak merembet ke bangunan lain.
Pihak Damkar mengapresiasi tindakan darurat pemilik rumah, yang sigap melakukan pemadaman memakai tabung APAR. Sehingga api cepat dapat dikendalikan sedini mungkin, tanpa berkobar meluas menimbulkan kebakaran yang lebih besar.
Kepada warga masyarakat, diimbau agar tidak bersikap sembrono dalam memperlakukan api. Terlebih ketika memasak menggunakan kompor gas Elpiji, sebaiknya harus ditunggui. Sebab, api gas Elpiji berpotensi rawan memicu kebakaran. Karena apinya akan menyala terus ketika tidak dimatikan. Ini membahayakan, sebab dapat memicu terjadinya kebakaran.(Bambang Pur)













