blank
H Irianto, wakil ketua DPD LDII Kebumen.(Foto:SB/Komper Wardopo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Wakil Ketua DPD LDII Kebumen H Irianto (63) memiliki pengalaman unik dan menarik selama sekitar 26 tahun bekerja di Jeddah, Arab Saudi.

Kisah H Irianto puluhan tahun bekerja maupun beribadah itu patut disimak. Dengan niat baik, tulus dan amanah dilandasi iman, seseorang bisa bekerja serta beribadah nyaman dan tenang di negeri orang.

Bahkan, pria yang mengaku datang di Arab Saudi kali pertama 1994 itu pun mengisahkan suka dukanya bekerja di negara minyak tersebut. Awalnya, Irianto bekerja sebagai tenaga kebersihan di sebuah rumah sakit besar di Kota Jeddah.

Namun seiring waktu, Irianto terus mendapat kepercayaan. Apalagi pihak Arab Saudi juga mengamati kinerja Irianto yang rajn dan jujur serta taat beribadah. Semula dia ditanya manajer, apakah bersedia bekerja di bagian kebersihan.

blank
H Irianto, pernah bekerja selama 26 tahun di Jeddah Arab Saudi.(Foto:SB/Komper Wardopo)

Manajer rumah sakit itu pun berpesan, yang penting bekerja amanah dan baik meski postur badan tidak terlalu tinggi, tak masalah. Apalagi kala itu Irianto juga belum bisa berbahasa Arab atau Inggris.

”Saya kebetulan sering Puasa Sunah Senin -Kamis dan itu diketahui bos saya di Jeddah serta diberitahukan kepada pekerja rumah sakit di sana,”ucap warga Jalan Karangsambung Gang Kerkop, Kutosari Kebumen itu.

Setelah tiga tahun sebagai petugas kebersihan, berkat ketekunannya Irianto selanjutnya dipercaya menjadi koordinator penjaga gudang rumah sakit. Pria berwajah bersih itu pun juga mengaku mendapat kesempatan beribadah sangat cukup dari pimpinan rumah sakit.

Bahkan setiap Idul Fitri dan Idul Ada, seluruh karyawan libur sampai empat hari. Dia bisa Umroh setiap libur. Apalagi jarak Jeddah dan Makkah hanya satu jam perjalanan kendaraan.

Nah di musim haji, Irianto memanfaatkan  waktu di puncak haji itu untuk menunaikan rukun Islam berhaji.”Selama sekitar 26 tahun di Arab, saya selalu berkesempatan menunaikan haji. Mungkin hanya empat kali saya tidak berhaji selama di sana,”ujar Irianto tertawa.

Bahkan Irianto pun berusaha membantu kelancaran WNI yang berhaji.  Seperti  beberapa tahun lalu dialami oleh Ketua Dewan Penasihat  DPD LDII Kebumen Drs Agus Hamka Septadi. Pada 2000 naik haji kali pertama  dia terbantu oleh keberadaan Irianto di Tanah Suci.

Pada 2016 lalu, Gus Hamka Septadi kembali menunaikan haji bersama  H Gunardi yang kini menjabat Ketua DPD LDII Kebumen. Gus Hamka Septadi dan Gunardi pun lancar selama beribadah haji di Tanah Suci dan sangat terbantu oleh Irianto.

Lalu apa suka duka bekerja di Arab Saudi selama 26 tahun? Irianto pulang ke Indonesia pada 2021. Selama beberapa tahun harus rela berpisah dengan istri dan  keluarganya di Kebumen.  Dua tahun sekali dia pulang.

Beberapa tahun lalu bisa menemani istrinya yang menunaikan Ibadah hajil. Namun setelah proses ibadah haji selesai,  istrinya juga kembali ke Tanah Air.

Irianto bersyukur dan senang bisa bekerja di Arab Saudi.  Apalagi saat awal tiba tanpa kemampuan berbahasa Arab, tetap diterima bekerja. Berkat rajin dan mampu berinteraksi dengan warga Arab Saudi, akhirnya bisa berbahasa  Arab dan sedikit bahasa Inggris.

Saat terakhir bekerja di rumah sakit Jeddah penghasilan Irianto sekitar Rp 10 juga per bulan. Kini setelah kembali ke Kebumen, dia semakin aktif mengabdi di  LDII Kebumen. Bahkan baru-baru ini dipercaya menjadi  Wakil Ketua DPD LDII Kebumen.

Komper Wardopo