blank
Pasangan ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana saat tampil di All England 2025. Foto: dok/pbsi

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian mengatakan, persiapan 24 pebulutangkis yang akan berlaga di All England 2026, sudah dilakukan secara terukur.

Para atlet sudah menitikberatkan pada kesiapan fisik, teknis, mental, serta adaptasi terhadap kondisi lokasi pertandingan, yang berada di kawasan Eropa.

Seperti diketahui, Tim Bulu Tangkis Indonesia melakukan persiapan penuh, jelang tampil di All England Open Badminton Championships 2026, yang akan berlangsung pada 3-8 Maret 2026, di Utilita Arena Birmingham, Inggris.

BACA JUGA: Naik Alat Berat di Pantai Jodo, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Pimpin Gerakan Jateng ASRI Serentak di 35 Daerah

Turnamen ini merupakan kejuaraan dengan level tertinggi dalam kalender BWF World Tour Super 1000, sekaligus menjadi salah satu ajang paling prestisius dan bersejarah, dalam dunia bulu tangkis.

”Aklimatisasi menjadi faktor krusial. Tim akan menjalani program aklimatisasi pada 24-28 Februari 2026, di Milton Keynes, yang berjarak sekitar 120 kilometer di sebelah selatan Birmingham,” kata Eng Hian, seperti dikutip dari laman resmi PBSI.

Disampaikan juga, para atlet selanjutnya pada 1 Maret akan berpindah ke Kota Birmingham, agar mereka memiliki waktu adaptasi yang optimal dengan venue pertandingan.

BACA JUGA: Digitalisasi Posbankum Dorong Profesionalisme Paralegal Kota Magelang dan Kabupaten Banyumas

Pemilihan lokasi aklimatisasi dilakukan, dengan mempertimbangkan fasilitas latihan, kenyamanan atlet, serta efektivitas adaptasi menuju turnamen dengan tingkat persaingan tertinggi.

Dari total 24 atlet yang diturunkan, sejumlah atlet akan menjalani debut di All England Super 1000 ini. Seperti Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rahmat Hidayat, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Pasaribu, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

”Bertanding di level Super 1000 merupakan ujian kualitas dan mental. Kami ingin mereka berani menghadapi tekanan, belajar dari sebuah pertandingan besar, dan menunjukkan permainan terbaiknya,” ujar Eng Hian.

BACA JUGA: Memperingati HPSN, Meluncurkan Gerakan Kebersihan

Sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi dan dinamika tim, PP PBSI juga melakukan penyesuaian struktur kepelatihan di sektor ganda putra, yang bertujuan untuk refreshing. Langkah ini diambil, agar suasana latihan dan pendampingan tetap segar, adaptif, serta responsif, terhadap tuntutan kompetisi level tertinggi.

Dalam struktur itu, Chafidz Yusuf akan bertugas sebagai asisten pelatih di sektor ganda putra utama, untuk mendampingi Antonius. Sedangkan Thomas Indratjaja dipercaya sebagai asisten pelatih sektor ganda putra pratama, mendampingi Andrei Adistia.

Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia menargetkan minimalkan satu gelar juara pada All England 2026.

Riyan