KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Seorang pria, Isroi Usman (56), warga Dukuh Kedungbajul, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, ditemukan meninggal dunia di rumah.
Yang memprihatinkan, kematian pria yang tinggal seorang diri di rumahnya itu telambat diketahui oleh warga. Bahkan bau menyengat sempat tercium dari rumah pria yang sudah ditingal meninggal istrinya itu.
Peristiwa ditemukannya jasad korban tersebut pertama kali diketahui sekitar Pukul 16.30 WIB, Senin (23/2) 2026, oleh tetangganya yang bernama M Khasbun.
Awalnya, Khasbun mencium bau tidak sedap di sekitar rumah korban. Selanjutnya bersama warga lain ia menelusuri sumber bau hingga salah seorang warga mengintip ke dalam rumah dan mendapati korban dalam kondisi telungkup serta sudah membusuk.
“Warga kemudian mendobrak pintu rumah untuk memastikan keadaan korban sebelum melaporkan temuan tersebut ke Polsek Alian,”jelas Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa (24/2) 2026.

Korban diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan memiliki riwayat penyakit stroke serta diabetes. Dalam beberapa waktu terakhir, korban tinggal seorang diri di rumahnya.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, personel Polsek Alian bersama Pamapta Polres Kebumen, tim Inafis Polres Kebumen, PMI, perangkat desa, dan tim medis Puskesmas Alian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soedirman Kebumen untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Hasil olah TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Pintu rumah terkunci dari dalam, tidak ada barang berharga yang hilang, dan tidak ditemukan luka akibat benda tajam, tumpul, maupun jerat,”imbuh Kapolres.
Pemeriksaan medis menunjukkan tubuh korban sudah membusuk dan diperkirakan telah meninggal sekitar 4 hingga 5 hari sebelum ditemukan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal akibat penyakitnya. Namun penyebab kematian secara pasti tidak dapat ditentukan tanpa autopsi. Keluarga korban menolak dilakukan pemeriksaan dalam dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Warga sekitar menuturkan korban terakhir kali terlihat beberapa hari sebelum puasa. Jenazah korban telah dimakamkan pada Senin malam. Polisi menyatakan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan kasus dinyatakan sebagai kematian wajar.
Komper Wardopo













