blank
Keberadaan pulau kecil di tengah laut menjadikan destinasi wisata Tuamese di TTU, NTT sering disebut Raja Ampatnya NTT. Foto: tangkapan youtube Ocran Channel

DESTINASI wisata alam di Pulau Timor kembali menarik perhatian wisatawan, setidaknya wisatawan lokal. Bukit Tuamese, namanya, menjadi spot favorit untuk menikmati panorama sunrise and sunset.

Bukit Tuamese yang eksotik ini  berlokasi di Desa Tuamese, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tidak terlalu jauh dari kota kecil Wini, yang berada di dekat perbatasan dengan Timor Leste.

Bukit yang berada di kawasan perbukitan savana ini menawarkan pemandangan alam terbuka dengan lanskap khas Timor berupa hamparan padang luas dan kontur bukit bergelombang. Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan langsung perubahan warna langit saat fajar menyingsing maupun ketika senja mulai turun. Pada pagi hari, wisatawan biasanya tiba sebelum matahari terbit untuk mendapatkan momen terbaik.

Cahaya keemasan yang muncul perlahan di balik perbukitan menciptakan suasana hati para pengunjung terasa damai. Sementara pada sore hari, gradasi warna oranye hingga kemerahan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemburu foto.

Selain panorama yang indah, suasana tenang dan jauh dari keramaian kota menjadi nilai tambah Bukit Tuamese. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk berfoto, tetapi juga untuk menikmati ketenangan alam terbuka.

‘Raja Ampat’-nya NTT

Bukit Tuamese ini juga dikenal sebagai “Raja Ampatnya NTT” karena memiliki bukit-bukit yang hampir sama seperti Raja Ampat Papua. Transportasi umum untuk menuju tempat ini masih sangat memprihatinkan karena sangat jauh dari daerah perkotaan.

blank
Untuk menikmati keindahan dari puncak bukit Tuamese, pengunjung harus menapaki anak tangga yang ratusan jumlahnya. Foto: Tangkapan layar Ocran Channel

Sangat dianjurkan jika ingin berkunjung ke tempat wisata ini, baiknya menggunakan kendaraan pribadi seperti, motor atau mobil pribadi. Selain itu, meski tempat ini sangat indah namun fasilitas di sekitar lokasi masih terbatas sehingga pengunjung disarankan membawa bekal air minum dan perlengkapan pribadi karena di lokasi tersebut belum menyediakan kantin.

Untuk menuju tempat ini, bisa ditempuh dari kota kecil Wini dengan waktu perjalanan sekitar 30-45 menit. Untuk masuk ke Bukit Tuamese, pengunjung harus melewati jalan yang agak berbatu tetapi cukup lebar untuk berpapasan dua mobil MPV. Sesampainya di Bukit Tuamese, mobil pun harus diparkir di bawah, dan wisatawan harus menaiki 135 anak tangga untuk sampai di atas.

Yandri, seorang pengurus Tempat Wisata Bukit Tuamese, mengatakan tempat ini memang cukup menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. “Bahkan beberapa orang juga menyebut Bukit Tuamese memiliki pemandangan yang sama dengan Raja Ampat. Jadi banyak yang datang ke sini,“ kata Yandri.

Dipengaruhi Musim

Keindahan Bukit Tuamese juga dipengaruhi oleh musim. Pada musim kemarau, savana berubah menjadi kuning keemasan yang eksotis. Sedangkan pada musim hujan, kawasan ini tampak hijau dan lebih segar.