KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) – Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Pemkab Magelang, Zanuar Efendi, menginformasikan, hari ini (20 Februari 26) genap satu tahun Bupati dan Wakil Bupati menjabat. Keduanya dilantik Presiden di Jakarta pada 20 Pebruari 2025.
Bupati Grengseng Pamuji dalam rilisnya menyebutkan, pada periode 20 Februari 2025 – 20 Februari 2026 telah diwarnai dengan berbagai terobosan pembangunan yang terangkum dalam tujuh program prioritas daerah bertajuk Sapta Cipta. Program itu menjadi fondasi pembangunan Kabupaten Magelang yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan dengan semangat Sesarengan Ngayahi Gawe.
Disebutkan, tujuh prioritas tersebut meliputi: Pinter Ngaji Pinter Sekolah Bocahe, Sehat Wargane, Makmur Rakyate, Gemilang Potensine, Ngelayani Birokrasine, Gumregah Wargane, dan Lestari Alame.
Pada prioritas: Pinter Ngaji Pinter Sekolah Bocahe, Pemkab setempat menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda. Antara lain, program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP dialokasikan melalui APBD 2025 sebesar Rp 6,77 miliar. Sasaran program itu mencakup 10.218 siswa SD dan 8.828 siswa SMP, ditambah hibah seragam untuk 2.544 siswa SD swasta dan 593 siswa SMP swasta.
Selain itu, revitalisasi fasilitas sekolah dilakukan terhadap 20 ruang kelas dengan anggaran Rp 3,05 miliar. Untuk mendukung akses pendidikan, Pemkab juga menghadirkan program angkutan pelajar gratis dengan anggaran Rp 719,7 juta, ditambah CSR Rp100,7 juta. Program tersebut melayani sembilan rute dengan melibatkan 74 angkutan perdesaan.
Disebutkan, di awal tahun ini rute layanan angkutan pelajar sudah ditingkatkan menjadi 12 rute layanan. Apabila di rata-rata, setiap kendaraan menampung 15 pelajar, maka sekitar 1.110 lebih siswa yang terfasilitasi dalam perjalanan ke sekolah.
Sementara di bidang pendidikan tinggi, sebanyak 514 pemuda berprestasi menerima beasiswa sarjana dengan total anggaran Rp 2,57 miliar. Mereka tersebar di 14 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Komitmen terhadap pendidikan keagamaan juga diwujudkan melalui hibah kepada 248 kelompok organisasi keagamaan, 27 lembaga pendidikan keagamaan, 46 tempat ibadah, serta 19 kegiatan seni keagamaan. Selain itu, 395 guru keagamaan menerima insentif dengan total anggaran Rp 6.092.819.000.
Eko Priyono













