SEMARANG (SUARABARU.ID) – Cabai rawit terasa sangat pedas di kota Semarang. Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Semarang mengalami kenaikan signifikan, menyentuh angka Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kilogram.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyiapkan langkah intervensi guna menstabilkan harga di pasaran.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, untuk menekan harga cabai, Pemkot Semarang telah menyiapkan strategi khusus seperti kerja sama BUMD, DKP berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BUMD (JTAB) untuk mendatangkan stok cabai dari wilayah “Champion” (daerah sentra produksi surplus).
Selain itu digelar pula Gerakan Pangan Murah dengan Program Mending Semar dan Pak Rahman terus digencarkan untuk menyediakan akses pangan murah langsung ke masyarakat.
Pemkot juga melakukan operasi pasar rutin dengan pemantauan harga dilakukan setiap hari, dengan operasi pasar minimal dua kali seminggu di titik-titik harga tertinggi.
”Dalam satu dua hari ini, kita akan gelontorkan pasokan cabai melalui skema intervensi ‘Champion’ ke pasar-pasar tradisional. Harapannya, harga bisa segera terkendali kembali,” ujarnya
Endang Sarwiningsih, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh terhambatnya distribusi dari daerah penghasil, bukan karena kelangkaan stok secara total.
Faktor penyebab kenaikan menurut Endang ada beberapa faktor teknis dan alam yang memengaruhi kondisi pasar saat ini, seperti kurangnya tenaga petik.
“Momentum libur puasa dan hari besar membuat banyak tenaga petik di daerah penghasil meliburkan diri, sehingga pasokan yang masuk ke Semarang melambat,” katanya, Jumat 20 Februari 2026.
Selain itu, cuaca ekstrem dimana kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini turut mempengaruhi produktivitas lahan cabai.
Faktor lain adalah kendala distribusi dimana akibat dua faktor di atas, alur distribusi dari petani ke pasar tradisional menjadi tersendat, yang memicu lonjakan harga dari hari ke hari.
“Tadi pagi (Jumat 20/2) kami bersama Polrestabes dan Dinas Perdagangan turun ke pasar. Memang ada kenaikan dari Rp90.000 menjadi Rp95.000. Ini lebih karena distribusi yang melambat di daerah penghasil karena tenaga petiknya ikut libur,” ujar Endang saat dikonfirmasi.
Adapun langkah intervensi Pemkot Semarang dalam hal ini adalah dengan melakukan operasi pasar dan skema “Champion”. Selain itu meski harga cabai meroket, dipastikan komoditas lain seperti minyak goreng (Minyakita), bawang merah, dan daging ayam masih terpantau aman dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hery Priyono













