Jemaat GKJ Plengkung
Pendeta Kristian Yudi Nugroho saat menorehkan abu di dahi Pendeta Emiritus Samana Hardjosoewito, pada ibadah Rabu Abu di GKJ Plengkung Magelang, Rabu (18/2/2026) malam. Pada ibadah tersebut umat juga diharapkan untuk “Pertobatan Ekologis’, yakni mengurangi penggunaan plastik dan kehidupan sehari-hari dengan mempraktikan gerakan 5 R ( Replace, Reduce, Replant, Recycle dan Reuse). Foto; W. Cahyono

MAGELANG, (SUARABARU.ID)- Jemaat Gereja Kristen Jawa ( GKJ) Plengkung Magelang diajak untuk mengurangi penggunaan plastik dan kehidupan sehari-hari dengan mempraktikan gerakan 5 R ( Replace,  Reduce, Replant, Recycle dan Reuse). Gerakan 5 R tersebut dilakukan saat menjalani awal puasa 40 hari selama masa Pra Paskah dengan melakukan  “Pertobatan Ekologis.”

“Pertobatan Ekologis ini harus dilakukan, karena manusia itu berasal dari tanah, kalau tanahnya rusak manusia juga mengalami kerusakan .badah Rabu Abu ditandai dengan penorehan abu di dahi umat, yang mengingatkan manusia itu berasal dari abu atau debu tanah,”kata Pendeta Gledis Yunia Gebora Angelita  pada kotbah ibadah Rabu Abu di GKJ Plengkung Kota Magelang, Rabu ( 18/2/2026) malam.

Gledis mengatakan, , momentum Rabu Abu tidak  hanya menjaga dengan sesama untuk berpuasa, berpantang dan  menahan diri dengan sesama. Tetapi juga dengan seluruh ciptaan Tuhan termasuk alam beserta isinya.

pertobatan ekologis  sangat perlu digaungkan kembali untuk  merawat dan menjaga kelestarian alam bumi dan seisinya.

Menurutnya, kerusakan alam bumi ini tidak hanya  terjadi di Indonesia saja, melainkan di seluruh permukaan bumi ini yang mengalami krisis iklim yang cukup serius. Manusia merupakan mandataris Tuhan sebagai perawat atau penjaga alam.  Untuk itu, “Pertobatan ekologis”  harus kembali digaungkan dengan  merawat dan menjaga

Sebagai bentuk bukti nyata pertobatan ekologis selama Pra Paskah, dirinya  mengajak seluruh jemaat GKJ Plengkung untuk membiasakan merawat ciptaan alam dengan menanam tanaman. Selain itu, jemaat juga diharapkan untuk mengurangi penggunaan plastic baik untuk tempat makanan maupun minuman.

“Pada masa Pra Paskah ini, GKJ Plengkung Magelang  juga akan melakukan penanaman pohon dengan mengajak anak-sanak Sekolah Minggu.Langkah ini, juga mengajak generasi muda untuk lebih mencintai alam ciptaan Tuhan,”kata Gledis.

Ia berharap,  langkah pengurangan penggunaan plastic di lingkungan GKJ Plengkung  menjadi kebiasaan baru bagi jemaat GKJ Plengkung. Selain itu, juga bisa mengubah pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari di masayaraklat sekitarnya.

Salah satu jemaat GKJ Plengkung, Erna Wiyanti mengaku siap menjalankan pertobatan ekologis tersebut. Bahkan, beberapa tahun lalu, dirinya telah menerapkan  mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan bergereja .

“Beberapa tahun lalu, salah satu kepanitian di GKJ Plengkung telah menerapkan  mengurangi penggunaan plastic dalam berkegiatan. Semoga imbauan dan ajakan dari  ibu pendeta untuk mengurangi penggunaan plastic ini bisa berkelanjutan,”katanya  W. Cahyono