blank
Sutrisno S.Pd, saat memberikan penjelasan teknis tentang mengukir. Foto: Septiana Wibowo

JEPARA (SUARABARU.ID) – Saat membuka Kelas Pelajar Mengukir Tingkat SD di Galeri Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara Rabu (11/2-2026), Ketua Yayasan Pelestarian Ukir Jepara, Hadi Priyanto menegaskan perlunya memperkenalkan seni ukir sejak usia dini  kepada  anak-anak saat berada di PAUD dan SD/MI. Sebab pelestarian alamiah melalui keluarga pengukir dan “nyantrik” di  pengukir  semakin jarang dilakukan.

Kelas Pelajar Mengukir Tingkat SD  yang diikuti 21 siswa ini  akan diselenggarakan satu  hari oleh siswa SDN 2 Tulaan, SDN 4 Jambu, SDN 4 Kaliaman, SDN 4 Sinanggul, SDN 2 Jambu, SDN 1 Kaliaman, SDN 2 Sinanggul, SDN 2 Kembang dan SDN 3 Tubanan.

blank
Kepala SDN 2 Kembang, Yeni Suryani, M.Pd saat melihat siswanya yang sedang ikut kelas Pelajar Mengukir. Foto: Septiana Wibowo

Hadir dalam pembukaan ini, kepala SDN 2 Kembang,  Yeni Suryani, M.Pd. para guru pembimbing, pengurus Yayasan Pelestari Ukir Jepar. Sedangkan instruktur yang membimbing para siswa terdiri dari Sutrisna S.Pd, Sri Bathi, Rozikin Boim dan Ama Rohmawati

Menurut Hadi, disamping pelestarian alamiah yang semakin berkurang,  pelestarian melalui  lembaga pendidikan juga tidak mudah sebab menghadapi kendala struktural. “Sebab semakin sempit   ruang pada kurikulum sekolah, termasuk pada muatan lokal. Sebab di Jawa Tengah, muatan lokal sudah ditetapkan adalah bahasa daerah.

blank
Sutrisna S.Pd. sedang membimbing siswa. Foto: Septiana Wibowo

“Disamping itu,  tidak semua sekolah memiliki guru yang dapat mengajarkan seni ukir serta tidak tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan,” papar Hadi. Hal lain yang membuat seni ukir semakin di tinggalkan pewarisnya adalah kesejehtaran pengukir yang rendah jika dibandingkan dengan tukang kayu dan tukang batu.

Ia menjelaskan, kelas Pelajar Mengukir ini dimaksudkan untuk memperkenalkan seni ukir kepada siswa yang kemudian diharapkan dapat  menumbuhkan minat dan keinginan siswa  terhadap seni ukir. “Karena itu perlu tindak lanjut dari pelatihan yang hanya satu  hari ini,” ungkapnya.

Hadi juga menjelaskan, pelestarian seni ukir merupakan langkah penting . ” Sebab seni ukir telah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang juga sedang diusulkan menjadi warisan Budaya Takbenda Dunia,”pungkasnya

Septiana Wibowo