WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Garung Wonosobo kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar aksi solidaritas “Sedekah 1.500 Paket Sayur Gratis” bagi masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Alun-Alun Wonosobo itu, disambut antusias oleh warga setempat.
Sedekah paket sayur gratis ini menjadi wujud nyata aksi solidaritas dan gotong royong antara petani, pemerintah dan masyarakat.
Ribuan paket sayuran segar yang dibagikan gratis kepada masyarakat berisi kubis, sawi, labu, cabai merah, cabai hijau dan tomat. Sayur tersebut merupakan hasil dari petani yang tergabung dalam organisasi KTNA Kecamatan Garung.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif yang dilakukan KTNA Garung. Kegiatan tersebut mencerminkan kebersamaan dan kepedulian yang luar biasa antar berbagai elemen masyarakat.
“Ini adalah bentuk kebersamaan yang luar biasa. Hasil bumi yang melimpah patut kita nikmati bersama. Berbagi seperti ini sangat penting untuk meringankan beban masyarakat dan membawa keberkahan bagi petani maupun warga Wonosobo,” tegas Bupati.
Afif juga menambahkan bahwa Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pangan, Pertanian dan Pertanian (Dispaperkan) terus berupaya memfasilitasi kebutuhan masyarakat agar tidak terlalu terbebani oleh fluktuasi harga harga kebutuhan pokok.
“Walaupun jumlahnya terbatas, kami berharap kegiatan ini dapat sedikit membantu masyarakat dan menjembatani kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung upaya petani dalam menjaga ketahanan pangan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Afif memberikan apresiasi khusus kepada KTNA Garung yang membeli hasil pertanian petani untuk kemudian dibagikan secara gratis. Sebuah kolaborasi antara petani dengan anggota KTNA yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat.
Dia menilai, selain bermanfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga berkontribusi dalam menekan inflasi dan mendorong stabilitas harga pangan. Apalagi fluktuasi harga pangan terkadang tidak stabil.
“Semoga petani Garung semakin berkah, hasil pertaniannya semakin melimpah dan kegiatan ini membawa manfaat serta keberkahan, terutama dalam menyambut bulan suci ramadan,” tambahnya.
Kepedulian Sesama

Sementara itu, Ketua KTNA Kecamatan Garung Ahmad Sahadi menjelaskan bahwa sedekah sayur ini merupakan inisiatif anggota KTNA yang secara rutin membahas pentingnya berbagi kepada sesama.
“Alhamdulillah, saat ini kami dapat membagikan sekitar 1.500 paket sayur. Kegiatan ini sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun. Biasanya rutin dilaksanakan menjelang bulan ramadan. Tahun ini kami laksanakan lebih awal sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian,” jelasnya.
Sahadi menambahkan, kegiatan tersebut didukung oleh sekitar 51 kelompok tani, petani anggota KTNA, serta perangkat desa se-Kecamatan Garung. Ke depan, pihaknya berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkelanjutan.
“Kami berharap, KTNA dan petani Garung semakin maju, sukses, dan makmur. Kami juga meminta pendampingan dari Dispaperkan Wonosobo terus dilakukan agar hasil pertanian tetap baik. Terhindar dari hama penyakit tumbuhan sehingga dapat membawa manfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari. Salah satu warga Kauman, Sujatmiko, mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian sayur gratis ini, terlebih menjelang bulan ramadan. Di bulan puasa atau menjelang Idul Fitri kegiatan serupa bisa digelar lagi.
“Ini kegiatan yang sangat membantu masyarakat kurang mampu. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Pelaksanaan kegiatan juga berjalan tertib dan sangat bermanfaat dan merupakan bentuk kepedulian dari KTNA,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Sedekah Sayur Garis ini, Pemkab Wonosobo berharap sinergi positif antara pemerintah, petani dan masyarakat dapat terus terjaga. Bisa tercipta kesejahteraan, ketahanan pangan, dan keberkahan bersama bagi seluruh masyarakat.
Gerakan sedekah sayur gratis tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk melakukan hal yang sama meski dalam bentuk yang berbeda. Dalam situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini upaya saling membantu dan gotong- royong di masyarakat memang sangat diperlukan.
Muharno Zarka













