blank
Petugas Polsek Sambungmacan melakukan olah TKP di lokasi pencurian padi di Desa Toyoga, Kecamatan Sambungmacan, Sragen. Foto: Anind.

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Pencurian padi di lahan sawah pada malam hari, marak dan meresahkan terjadi Sragen. Kali ini korban pencurian padi adalah petani di Desa Toyoga, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

“Pelakunya nekat, karena padi di lahan sawah itu belum masak benar, diperkirakan sepuluh hari lagi baru siap panen,” tutur Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno dihubungi Jumat (30/01/2026).

Tapi disaat petani menanti hari yang indah untuk memanen padi, ternyata sudah disatroni pencuri. Sungguh ironis, pelaku nekat membabat tanaman padi yang secara usia sebenarnya belum layak panen.

Sebenarnya aksi pencurian padi di sawah bukan hal baru di Sragen belahan  timur. Akhir tahun 2025 lalu pernah ada pencurian padi. Tak berselang lama,  kembali viral di media sosial terjadi di pencurian serupa di Desa Toyoga.

Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno mengungkapkan pihaknya sudah terjun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Berdasarkan pantauan di lokasi, pelaku menyasar lahan yang lokasinya jauh dari pemukiman warga atau minim pengawasan,” terangnya.

Dikatakan, padi yang dicuri sebenarnya belum masak,  sekitar sepuluh hari lagi baru layak panen. “Kami belum mengetahui motif pelaku mencuri padi yang belum masa panen,” tutur AKP Warseno.

Diakui kendati jumlah kerugian material dalam setiap aksi itu tergolong kecil, rata-rata sekitar dua kantong. Namun sejumlah  kejadian itu cukup mengganggu ketenangan warga. Aksi ini disinyalir dilakukan pada malam hari untuk menghindari pantauan patroli maupun pemilik lahan.

Peristiwa itu rupanya, tidak hanya terjadi di Toyoga. Kabar serupa juga muncul dari wilayah tetangga, yakni Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan.

Adanya serangkaian kejadian itu, Polsek Sambungmacan langsung berkoordinasi dengan lintas sektor (Linsek), mulai dari Camat, Babinsa, hingga perangkat desa untuk mengantisipasi terulangnya kembali pencurian padi.

“Imbauan dilakukan lewat media sosial, grup WhatsApp, hingga penyampaian lisan ke warga. Pengawasan keamanan mandiri harus ditingkatkan menjelang panen raya ini,” pesan Warseno.

Selain adanya ancaman pencurian padi di sawah, AKP Warseno juga mewanti-wanti agar kalangan petani tidak terjebak tipu daya oknum pengepul atau pemborong nakal.

Dia menyebut ada modus di mana pelaku membawa kabur hasil panen dengan alasan mengambil uang di ATM, namun tak kunjung kembali. Petani dihimbau berhati-hati, jika hasil panen dibeli pengepul dipastikan pembayarannya sudah beres sebelum hasil panen diangkut.

Anind