blank
Api dari bludukan berkobar dan membakar ludes kandang sapi milik Febri Rohmandani. Lokasinya di Dusun Siraman RT 03/RW 03, Desa Gambiranom, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.(Dok.Damkar Wonogiri)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Gara-gara perapian pengusir nyamuk (bludukan), kandang sapi ludes terbakar. Kejadiannya berlangsung malam hari, sehingga api kebakaran terlanjur berkobar tanpa terdeteksi sebelumnya. Tiupan angin malam, membuat amukan jago merah semakin tidak terkendali.

Kandang sapi yang ludes terbakar tersebut, adalah milik peternak Febri Rohmandani. Lokasinya di Dusun Siraman RT 03/RW 03, Desa Gambiranom, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Para tetangga yang melihat ada kebakaran, berupaya memberitahukan kepada pemiliknya. Mereka kesulitan memberikan bantuan pemadaman, karena di lokasi tidak tersedia cukup air.

Para peternak di pedesaan, biasa membuat bludukan di dekat kandang. Tujuannya, untuk mengusir nyamuk dan menghangatkan hewan piaraannya. Bahan bludukan, biasa datang dari seresah sampah dari limbah hijauan pakan sapi.

Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Wonogiri Joko Prayitno, melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, semalam, menyatakan, tidak ada korban jiwa. Ternak sapi piaraannya juga berhasil diselamatkan.

Bantuan pemadaman diberikan oleh 4 orang personel Firefighter dari Poswil Damkar di Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Setelah sebelumnya, petugas piket Damkar menerima kontak permohonan bantuan pemadaman.

Kuartet personel Firefighter Damkar yang dikirim ke lokasi, terdiri atas Aris Yulianto, Arif Nur H, Ryan Saputro dan Krisna Adi S, di bawah komando Komandan Regu (Danru)-2 Suparno. Mereka segera datang dengan membawa serta mobil brandweer ke lokasi, untuk bergegas melakukan tindakan pemadaman.

52 Kali

Tindakan pemadaman di lokasi, mendapatkan bantuan dari Perangkat Desa dan warga masyarakat di sekitarnya. Ini berlangsung dari Pukul 21.48 sampai dengan Pukul 22.50. Api berhasil dipamdamkan dengan tuntas, tanpa merembet ke rumah pemukiman dan ke hunian tetangga di dekatnya.

Berkaitan dengan musibah kebakaran kandang sapi ini, Damkar Pemkab Wonogiri mengimbau kepada masyarakat, khususnya para peternak sapi, untuk cermat ketika membuat bludukan (perapian di dekat kandang). Pastikan itu aman dan tidak menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

Markas Induk Damkar Pemkab Wonogiri, mencatat, selama Tahun 2025 telah memberikan bantuan pemadaman kebakaran sebanyak 52 kali. Terdiri atas kebakaran WMK sebanyak 33 kali dan non-WMK sebanyak 19 kali. Termasuk kebakaran besar pada Pasar Kota Wonogiri, yang terjadi Senin dinihari Tanggal 6 Oktober 2025.

WMK artinya adalah Wilayah Managemen Kebakaran yang lokasinya dalam radius jangkauan 15 menit perjalanan mobil brandweer dari markas. Kemudian Non-WMK yang radius jangkauannya berada di lokasi yang jauh.

Bersamaan itu, Damkar Pemkab Wonogiri juga memberikan bantuan ngundhuh sarang lebah sebanyak 112 kali, menangkap ular 58 kali, menangkap biawak 16 kali dan menangani pohon tumbang melintang jalan sebanyak 5 kali.(Bambang Pur)