blank

JEPARA (SUARABARU.ID)  – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Prodi Desain Produk Fakultas Komunikasi dan Desin UNISNU Jepara sukses menyelenggarakan program pendampingan bagi mitra UMKM mebel, Giyonoart, di Kabupaten Jepara. Program ini berfokus pada implementasi teknologi finishing berbasis bio-industry guna meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi mebel lokal agar mampu bersaing di pasar global.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kendala klasik yang sering dialami pengrajin mebel, yakni proses finishing konvensional yang memakan waktu lama, sangat bergantung pada cuaca, dan memiliki risiko kesehatan akibat paparan bahan pelarut kimia (solvent).

blank

Tim pengabdian terdiri dari Drs. Sutarya sebagai Ketua, Dwi Agus Susila, S.Sn., M.Sn sebagai wakil ketua, Febri nugroho Mujiraharjo, S.T., M.T sebagao koordinator lapangan dan data, serta  Sanata Mina Nia dan  Ahmad Sigit Bayu Saputra dari Mahasiswa  Prodi Desain Produk sebagai drafter.

Ketua Tim Pengabdi, Drs. Sutarya, MM,  menjelaskan bahwa intervensi teknologi bio-industry atau water-based finishing ini merupakan solusi strategis bagi UMKM. “Kami melihat Giyonoart memiliki potensi desain dan konstruksi kayu yang sangat baik. “Namun, sumbatan produksi (bottleneck) sering terjadi di tahap finishing. Melalui aplikasi finishing bio-industry, proses pengeringan menjadi jauh lebih cepat, tidak berbau menyengat, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan melamin atau spiritus konvensional,” jelasnya.

blank

Dalam kegiatan ini, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga memberikan pelatihan teknis (workshop) secara langsung. Materi pelatihan mencakup teknik penyemprotan (spray), pencampuran bahan yang presisi, hingga manajemen standar kualitas (Quality Control).

Penerapan metode ini diklaim mampu memangkas waktu produksi hingga 40%. “Jika sebelumnya proses pengeringan membutuhkan waktu seharian penuh dengan bantuan matahari, kini dengan teknologi bio-industry, produk siap kemas dalam hitungan jam tanpa ketergantungan penuh pada cuaca,” ujar Sutarya

Pemilik Giyonoart,  Giyono dari Desa  Sukodono, menyambut positif program ini. Ia mengaku sangat terbantu karena tuntutan pasar saat ini tidak hanya soal keindahan, tetapi juga kecepatan dan keamanan produk (eco-friendly).

“Selama ini kami sering terkendala saat musim hujan, kiriman jadi telat. Dengan bantuan teknologi dan pelatihan dari tim Prodi Desain Produk Fakultas Komunikasi dan Desin UNISNU Jepara, kami optimis kapasitas produksi bisa naik dan bisa memenuhi pesanan pembeli yang mensyaratkan cat aman (non-toxic) bagi produk mebel.

Program pengabdian ini merupakan wujud nyata tridharma perguruan tinggi, di mana akademisi turun langsung memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat industri. Ke depannya, diharapkan Giyonoart dapat menjadi pilot project atau percontohan bagi UMKM mebel lain di Jepara dalam bertransisi menuju industri furnitur yang lebih modern dan berkelanjutan.

Hadepe / STY