blank
Buka Latpraops Keselamatan Candi 2026, Waka Polda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman minta jajaran siapkan pelayanan terbaik. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sebagai bentuk kesiapan menjelang Operasi Keselamatan Candi 2026, Polda Jawa Tengah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) yang diikuti oleh para Kabag Ops, Kasat Lantas, Kasat Intel, dan Kasi Humas dari 35 Polres jajaran yang berlangsung di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (29/1/2026).

Latpraops dibuka oleh Waka Polda Jawa Tengah, Brigjen Pol Latif Usman, dan dihadiri diantaranya Karo Ops Kombes Pol Basyaradyananda, Dirlantas Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Kabid Humas Kombes Pol Artanto, serta sejumlah Pejabat Utama Mapolda Jateng lainnya.

Dalam arahannya, Latif Usman menyampaikan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, Polda Jawa Tengah bersama jajaran dan instansi terkait akan melaksanakan operasi kewilayahan dengan sandi Operasi Keselamatan Candi 2026.

“Operasi ini akan digelar selama 14 hari dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif dan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengakibatkan laka lantas,” ujarnya.

Waka Polda menyebut, Operasi Keselamatan Candi 2026 merupakan tahapan penting dalam mempersiapkan Operasi Ketupat Candi 2026, yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang, untuk mengamankan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“Operasi ini digelar untuk meningkatkan disiplin masyarakat berlalu lintas, menurunkan jumlah korban fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas, dan menekan angka pelanggaran lalu lintas serta sebagai upaya cipta kondisi kamseltibcar lantas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026,” ujarnya.

Ditegaskan bahwa kegiatan operasi ini sebagai momentum untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri khususnya di bidang lalu lintas. Ia berpesan kepada seluruh personel agar selama kegiatan operasi untuk bekerja dengan hati dan mengedepankan profesionalisme serta pendekatan humanis.

Dalam kesempatan tersebut, Waka Polda juga menekankan kepada seluruh jajaran agar mampu memetakan secara tepat titik rawan kecelakaan dan blank spot, melengkapi dengan rambu serta peringatan lalu lintas, serta terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Selain itu, pihaknya juga meminta seluruh jajaran untuk memberikan perhatian terhadap kesiapan jalur mudik dan balik seperti jalur tol maupun jalur arteri, serta menyediakan pelayanan dan fasilitas pendukung untuk menunjang keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melewati jalur tersebut.

“Sebagai contoh, tahun lalu di Brebes kita berikan pelayanan valet ride kepada para pemudik yang menggunakan sepeda motor, mulai saat ini disiapkan dengan baik dan disosialisasikan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ning S