blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo telah sukses menyelenggarakan kegiatan spiritual berskala besar bertajuk “Ziarah Muqbarah Masyayikh dan Tokoh NU Kecamatan Kepil”, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 2.000 peserta yang memadati rute ziarah menggunakan iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat. Para peserta merupakan pengurus MWCNU dan Ranting NU serta Banom NU di seluruh wilayah Kepil.

Titik kumpul keberangkatan dipusatkan di makam KH R Abdul Fatah, Dusun Sigedong, Desa Tegalgot, Kepil yang merupakan salah satu tokoh sentral penyebar agama Islam di wilayah tersebut. Setelah berkumpul para peziarah berangkat secara bersama-sama.

Camat Kepil Eko Premono, Kamis (29/1/2026), mengatakan ziarah massal ini bertujuan untuk mendoakan sekaligus mengenang jasa para pendahulu. Sebab, apapun, para ulama, masyayikh dan tokoh NU di Kepil telah menjadi panutan warga NU setempat pada zamannya.

Tercatat sebanyak 36 makam mubaraq masyayikh dan tokoh NU yang tersebar di 16 titik lokasi pemakaman di wilayah Kecamatan Kepil dikunjungi oleh rombongan dalam satu rangkaian perjalanan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ritual doa, tetapi merupakan upaya merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan para ulama NU di Kecamatan Kepil,” ujar Camat yang dikenal cukup dekat dengan masyarakat tersebut.

Dampak Positif

blank
Kegiatan ziarah bersama yang dilakukan ke makam tokoh NU di wilayah Kepil Wonosobo. Foto : SB/dok Camat Kepil

Menurut Eko, penyelenggaraan ziarah massal ini membawa dampak positif yang luas bagi warga masyarakat. Baik secara keagamaan, ekonomi maupun sosial kemasyarakatan. Karena masyarakat berbaur menjadi satu untuk mengenang jasa para ulama pendahulu.

Di antara dampak itu, imbuh dia, yakni meningkatkan rasa mahabbah (cinta) kepada ulama dan mempertebal keimanan melalui tawasul dan doa bersama. Apalagi ulama itu merupakan salah satu pewaris para Nabi.

“Ziarah massal ini juga dapat menjadi sarana silaturahmi akbar yang mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar warga dari berbagai desa di Kecamatan Kepil. Warga bisa berbaur satu sama lain untuk melakukan ziarah secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Eko, ziarah massal juga dapat mengenalkan generasi muda pada sosok tokoh-tokoh lokal yang telah berjasa dalam bidang pendidikan, sosial dan keagamaan. Generasi muda perlu dikenalkan dengan para pejuang NU yang telah mendahului generasi masa kini.

“Kehadiran ribuan peserta memberikan dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil dan UMKM di sekitar lokasi-lokasi makam yang dikunjungi. Pedagang kecil bisa berjualan dan pengunjung membeli dagangan mereka,” akunya.

Dikatakan Eko, selama legiatan ziarah massal berlangsung dengan tertib dan khidmat. Hal itu sebagai penanda bahwa rangkaian kegiatan ziarah bersama itu telah bisa memberi makna bagi warga nahdliyin di wilayah Kecamatan Kepil Wonosobo.

Muharno Zarka