MAGELANG (SUARABARU.ID) – Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Magelang Masa Bakti 2026-2031 disahkan dan dikukuhkan, Selasa (27/1) di Pendapa Pengabdian.
Acara ini disaksikan Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Forkopimda, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Harry Noeryanto Soediro, Kepala OPD dan undangan lainnya.
Damar mengatakan, Kadin memiliki peran strategis sebagai wadah dunia usaha, sekaligus mitra pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kadin bukan sekadar organisasi pengusaha, melainkan bagian integral dari ekosistem pembangunan ekonomi di Kota Magelang,” katanya.
Menurutnya, Kadin harus terbuka dan hadir untuk semua pelaku usaha, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja.
Kekuatan utama Kota Magelang terletak pada sektor perdagangan, jasa, UMKM, ekonomi kreatif serta pariwisata. Mengingat karakter tersebut, ia berharap Kadin mampu menjadi penggerak bagi pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing dan mampu menembus akses pasar yang lebih luas.
Di sisi lain, Damar mengajak Kadin untuk menjadi mitra kritis yang solutif, dengan memberikan masukan yang bertanggung jawab demi kepentingan bersama.
Ketua Kadin Kota Magelang, Edi Harso Wibowo mengutarakan, komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif.
Ke depan, pihaknya ingin aktif mendukung pengembangan kawasan prioritas, seperti kawasan Pecinan, Alun-alun serta area perdagang, pendidikan, perhotelan dan pariwisata.
”Kawasan-kawasan ini dipandang sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi perkotaan yang perlu kita kembangkan secara kolaboratif, inklusif dan berkelanjutan,” ujar Edi.
Sebagai fasilitator yang mempertemukan dunia usaha, pemerintah daerah, komunitas dan asosiasi, Kadin juga ingin menghidupkan kembali kawasan-kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi, budaya dan pariwisata di Kota Magelang.
”Melalui musyawarah kota ini, kami ingin menegaskan, Kadin Kota Magelang adalah rumah besar bagi dunia usaha yang siap bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat, demi mewujudkan kota yang maju secara ekonomi, kuat secara sosial dan berdaya saing,” ucapnya. (Prokompimkotamgl)













