blank
Masjid dan Menara Kudus. foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Prakiraan cuaca di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat 23 Januari 2026 hingga Minggu 25 Januari 2026 diprediksi masih didominasi awan tebal dan hujan yang turun secara berulang. Kondisi ini tidak hanya sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tetapi juga bertepatan dengan fenomena Dino Renteng dalam kepercayaan masyarakat Jawa.

BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir sepanjang hari, terutama pada siang hingga sore. Suhu udara berada di kisaran 22–28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi, ciri khas puncak musim hujan di Jawa Tengah.

Jumat 23 Januari 2026

Cuaca di Kudus diperkirakan berawan sejak pagi, dengan peluang hujan ringan hingga sedang pada siang dan sore hari. Pada malam hari, cuaca masih berpotensi hujan lokal. Warga diimbau mewaspadai jalan licin dan genangan di titik rawan banjir.

Sabtu 24 Januari 2026

Hujan diprediksi kembali turun secara tidak merata, terutama pada siang hingga sore. Awan tebal mendominasi langit Kudus sejak pagi, sementara angin bertiup dengan intensitas ringan hingga sedang.

Minggu 25 Januari 2026

Menutup akhir pekan, potensi hujan masih cukup tinggi. BMKG memprakirakan hujan lokal dapat terjadi di sejumlah kecamatan, terutama pada siang dan sore hari, dengan kondisi malam yang tetap berawan.

Bertepatan Fenomena Dino Renteng

Menariknya, periode Jumat 23 Januari 2026 hingga Minggu 25 Januari 2026 bertepatan dengan Dino Renteng, sebuah siklus dalam penanggalan Jawa yang dipercaya masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan kondisi cuaca.

Dalam satu sepasar (35 hari), terdapat dua kali Dino Renteng, yakni:

Dino Renteng neptu 13, yang jatuh pada Jumat Pon, Sabtu Wage, dan Ahad Kliwon yang terjadi pada 16-19 Januari 2026 lalu.

Selain itu Dino Renteng neptu 14, yang jatuh pada Jumat Kliwon, Sabtu Legi, dan Ahad Pahing yang terjadi pada 23-25 Januari 2026 ini.

Dino Renteng hanya terjadi pada hari Jumat, Sabtu, dan Ahad, serta tidak pernah muncul pada hari lain karena merupakan bagian dari siklus tertentu dalam kalender Jawa.

Berdasarkan ilmu titen yang dipercaya sebagian masyarakat Jawa, Dino Renteng sering dikaitkan dengan hujan yang turun terus-menerus selama tiga hari berturut-turut. Kepercayaan ini dinilai sejalan dengan kondisi cuaca Kudus akhir pekan ini yang diprakirakan basah dan lembap.

Ali Bustomi