blank
Sejumlah petugas Polres Kudus menerjang banjir untuk mengantar paket sembako ke rumah warga. Foto: ist

KUDUS (SUARABARU.ID) – Banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, tidak sedikit pula warga yang memilih bertahan di rumah meski air setinggi puluhan sentimeter masih mengepung permukiman mereka.

Melihat kondisi tersebut, Polres Kudus mengambil langkah humanis dengan menyambangi langsung warga terdampak banjir yang bertahan di rumah. Melalui metode door to door, jajaran kepolisian menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako pada Kamis (22/1/2026) sore.

Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada warga terdampak banjir. Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, yang hingga kini masih tergenang banjir cukup tinggi.

Rombongan Kapolres Kudus bahkan harus berjalan kaki menerjang banjir setinggi kurang lebih 50 sentimeter demi menjangkau rumah-rumah warga yang terisolasi dan tidak dapat keluar untuk mencari kebutuhan pokok.

Salah seorang warga terdampak, Ansori (60), mengaku bersyukur atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh kepolisian. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu di tengah kondisi sulit akibat banjir yang belum juga surut.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat. Kami memilih bertahan di rumah karena harus menjaga barang-barang. Kondisinya memang cukup sulit,” ujar Ansori.

Hal senada juga disampaikan Sutikno (58), warga lainnya yang rumahnya masih terendam banjir. Ia merasa kehadiran aparat kepolisian yang datang langsung ke rumah warga memberikan rasa aman dan kepedulian di tengah musibah.

“Kami merasa tidak sendirian. Polisi datang langsung ke rumah, itu sangat berarti bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk empati dan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah banjir.

Ia menegaskan, Polres Kudus berkomitmen untuk terus membantu warga terdampak, baik yang mengungsi maupun yang memilih bertahan di rumah.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian dan bantuan. Ini adalah wujud empati Polri kepada warga yang sedang mengalami kesulitan akibat banjir,” tegas AKBP Heru.

Selain menyalurkan bantuan sembako, Kapolres Kudus juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dan segera melapor apabila kondisi kesehatan menurun atau situasi semakin membahayakan.

Polres Kudus juga akan menurunkan tim Sidokkes untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang bertahan di rumah, guna mencegah munculnya penyakit di tengah kondisi darurat banjir.

“Kami akan mengerahkan personel Sidokkes untuk mengecek kesehatan warga, terutama yang masih bertahan di rumah. Harapannya, tidak ada masalah kesehatan yang timbul akibat banjir,” pungkasnya.

Ali Bustomi