blank

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Wakil Sekretaris PW Fatayat NU Jawa Tengah Iswatun Khasanah menyebut Latihan Kader Lanjutan (LKL) Fatayat NU adalah salah satu program kaderisasi yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kader perempuan dalam berbagai bidang.

“Sebelum digelar LKL, ada Latihan Kader Dasar (LKD). Jadi latihan kader tidak berhenti di situ. Kader Fatayat NU harus mampu menjawab permasalahan dan menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Penegasan tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan LKL yang digelar PC Fatayat NU Wonosobo di Gedung PC Fatayat NU setempat. LKL diikuti 54 peserta yang terdiri unsur pengurus PC Fatayat NNU Lembaga dan perwakilan dari 15 PAC Fatayat NU se-Wonosobo.

Menurut Iswatun, di dalam LKL disampaikan beberapa materi. Yakni kepemimpinan, keagamaan, kemasyarakatan, ketrampilan dan pengarusutamaan gender. Ketrampilan kepemimpinan untuk meningkatkan kemampuan manajerial kader perempuan Fatayat NU.

“Adapun bidang keagamaan sebagai ikhtiar untuk mendalami ilmu agama dan meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam. Sedang bidang kemasyarakatan guna meningkatkan kemampuan kader dalam berinteraksi dengan masyarakat dan memecahkan masalah sosial,” katanya.

Sementara itu, terkait keterampilan, lanjutnya, yakni untuk meningkatkan kemampuan kader Fatayat NU dalam berbagai bidang, seperti komunikasi, advokasi dan lain-lain. Bekal ketrampilan tersebut akan menjadi modal kader sebagai motor penggerak kegiatan keagamaan dan sosial di masyarakat.

“Tujuan LKL adalah untuk membentuk kader perempuan NU yang lebih siap dan mampu memimpin dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi dan masyarakat. Ketrampilan leadership sangat penting dimiliki kader Fatayat NU,” tandasnya.

Peningkatan Kapasitas

blank
Peserta kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) yang digelar PC Fatayat NU Kabupaten Wonosobo foto bersama. Foto : SB/Muharno Zarka

Dengan demikian, ujar Iswatun, kader perempuan Fatayat NU dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat. Diharapkan peran yang dimainkan kader perempuan muda NU bisa menjadi data ungkit pengembangan dan pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang sosial dan keagamaan.

Ketua PCNU Wonosobo KH Abdurrahman Effendy mengapresiasi penyelenggaraan LKL bagi kader Fatayat NU. Karena untuk menciptakan kader militan memang perlu digembleng dengan berbagai pelatihan yang berjenjang.

“Kegiatan organisasi Fatayat NU sangat beragam. Maka setiap kader harus siap berkhikmat untuk organisasi. Jadi pengurus Fatayat NU itu harus mengorbankan pikiran, tenaga, waktu bahkan materi setiap saat. Sementara sahabat-sahabat Fatayat NU juga punya kesibukan pekerjaan maupun rumah tangga,” ujarnya.

Wakil Ketua PC Fatayat NU Ani Faoriyah menambahkan LKL merupakan tindak lanjut dari LKD. Organisasi Fatayat NU itu banyak punya mimpi dan harapan. Maka untuk meraih mimpi tersebut kader perempuan muda NU harus punya kapasitas kepemimpinan dan ketrampilan berorganisasi yang mumpuni.

“Fatayat NU memiliki beberapa harapan dan tujuan yang ingin dicapai, yakni meningkatkan kualitas perempuan dan partisipasi perempuan. Meningkatkan kesadaran gender dan kualitas kehidupan beragama serta meningkatkan solidaritas perempuan,” tandasnya.

Dia juga berharap organisasi Fatayat NU dapat meningkatkan solidaritas perempuan dalam memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan. Fatayat NU dapat menjadi organisasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan dan masyarakat Indonesia.

“Beberapa program yang dilakukan oleh Fatayat NU untuk mencapai harapan tersebut antara lain pendidikan dan pelatihan, pemberdayaan ekonomi, advokasi dan kegiatan keagamaan.
Kegiatan keagamaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama perempuan,” tandasnya.

Muharno Zarka