blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama pejabat terkait dan panitia Kebumen Geopark Trail Run dan Adventure One Indonesia dan Malaysia di depan Ruang Kerja, Senin 19/1.(Foto:SB/Kominfo)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026.

Namun ia memberikan catatan dan berpesan agar panitia belajar dari pengalaman even Kebumen Half Marathon mengenai keterlambatan pencetakan medali finisher.

“Intinya saya mendukung, tapi harus menjaga nama baik Kebumen. Kejadian kemarin (keterlambatan medali) sempat mencoreng nama baik daerah. Saya minta hal itu tidak terulang,”tegas Bupati Lilis Nuryani saat menerima audiensi panitia KGTR 2026 Senin (19/1).

Pelaksanaan KGTR 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 dengan lokasi di area Geopark Kebumen.

Panitia Ultra melakukan audiensi dengan Bupati Lilis Nuryani untuk mendapatkan dukungan serta izin penyelenggaraan even tahunan tersebut. Kunjungan ini diterima langsung oleh Bupati di ruang kerjanya, Senin 19 Januari 2026.

blank
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menerima audiensi panitia Kebumen Geopark Trail Run dan Kebumen Geopark Expedition Race  Senin 19/1.(Foto:SB/Kominfo)

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lilis didampingi oleh Kepala Disparbud Frans Haidar, Kepala Disdikpora Agus Sunaryo, dan Kepala Dinas PMD Budhi Suwanto.

Perwakilan panitia KGTR Ultra, Leo, memaparkan,  edisi 2026 akan menghadirkan kategori baru. Yaitu Ultra 50 kilometer. Keunikan utama even ini adalah menjadi satu-satunya lari lintas alam yang jalurnya memasuki area Gua Petruk.

Kehadiran kategori Ultra diharapkan mampu menarik minat pelari nasional hingga internasional untuk berpartisipasi.

Leo menyatakan optimisme tinggi mengingat kesuksesan tahun sebelumnya dan antusiasme peserta yang sangat positif.

“Tahun lalu kami mendapat dukungan luar biasa dari peserta maupun sponsor karena rute di Kebumen paling lengkap mencakup pantai, tebing, dan sungai. Untuk tahun ini ditambah masuk gua,”terang Leo.

Leo menambahkan, panitia akan memberlakukan seleksi ketat melalui pra-kualifikasi bagi kategori 15K, 30K, dan 50K. Salah satu syarat utamanya adalah kepemilikan poin ITRA (International Trail Running Association).

Sementara itu, kategori Fun Trail 7K tetap dibuka untuk umum tanpa sistem kompetisi agar peserta dapat menikmati suasana dengan santai.

Even KGTR 2026 ini akan tersedia dalam kategori 7K, 15K, 30K, dan 50K dengan target peserta sejumlah 2.000 pelari.

Adapun tujuannya mem-branding sport tourism dengan menampilkan keindahan alam Geopark Kebumen yang berkelas UNESCO, kekayaan budaya, hingga kuliner autentik.

Bersamaan dengan audiensi KGTR, hadir pula pihak Adventure One Indonesia dan Malaysia yang berencana menggelar Kebumen Geopark Expedition Race 2026.

Event Director, Anas, menjelaskan bahwa kegiatan ini direncanakan menjadi puncak atau babak final dari seri kejuaraan dunia.

“Ini adalah even internasional yang menjadi final dari seri-seri sebelumnya. Peserta dari 19 negara yang menjuarai seri regional akan bertanding di sini jika benar-benar berlangsung di Kebumen,”jelas Anas.

Kompetisi ini menguji ketahanan fisik dan mental selama 96 jam nonstop (semi-survival). Disiplin yang dipertandingkan meliputi lari lintas alam, bersepeda (offroad & onroad), renang, kano, susur pantai, hingga susur gua. Peserta juga diwajibkan menggunakan navigasi manual seperti peta dan kompas.

Bupati Lilis menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan kesiapan Pemkab untuk mendukung, namun ia meminta detail teknis segera diserahkan. Mengingat statusnya sebagai even internasional, perizinan akan melibatkan pihak Mabes Polri.

“Jika sudah dikabarkan dan bersifat pasti, jangan sampai ditunda atau batal, karena ada beban moral bagi pemerintah daerah,”tandas Bupati.

Komper Wardopo