blank
Bupati Sigit Pamungkas mengajak masyarakat ikut meresmikan proyek jalan beton Belukan - Krapyak, Desa Baleharjo, Sukodono, Selasa (13/01/2026). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID)– Pabrik makanan berbahan baku jagung terbesar di Jawa – Bali, bakal dibangun di Sragen. Kabar gembira itu disampaikan Bupati Sragen Sigit Pamungkas saat meresmikan proyek Jalan Belukan – Krapyak, Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono sepanjang 1,1 Km,  Selasa (13/01/2026).

Dikatakan pabrik itu diharapkan mampu menyedot produksi jagung petani asal Kabupaten Sragen .

“Saya bocori, Sragen bakal punya pabrik pengolah jagung terbesar di Jawa – Bali,” tutur Bupati Sigit Pamungkas yang disambut gembira warga Desa Baleharjo, Sukodono, Sragen.

Sayangnya, Bupati belum membocorkan lokasi desa untuk agroindustri jagung itu.Warga Desa Baleharjo mengatakan,  kondisi lahan tanah di Desa Baleharjo yang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan itu kurang subur untuk pertanian padi, namun cocok untuk tanaman hortikultura, diantaranya jagung.

Mulyanto, petani jagung asal Desa Baleharjo mengatakan, jika benar ada agroindustri jagung di Sragen, sangat diharapkan bisa menyedot produksi jagung dari Sragen maupun daerah sekitar.

Agroindustri jagung bisa menghasilkan produk turunan seperti makanan  marning, popcorn, cheetos, tepung jagung.

Bupati Sigit meresmikan lima ruas jalan, Selasa (13/01/2026). Jalan yang diresmikan meliputi ruas jalan Sidomulyo – Galeh, Banyuurip – Wuni dan ruas Sigit – Towo di Kecamatan Tangen. Juga ruas jalan Jenar – Nyadri di Kecamatan Jenar serta ruas jalan Belukan – Krapyak di Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono.

“Seluruh ruas dibangun dengan konstruksi beton, untuk menjamin daya tahan serta kualitas layanan jangka panjang,” ungkap bupati memuji lima ruas jalan beton itu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Sragen Aribowo Sulistyono menjelaskan pada tahun 2025 anggaran perbaikan jalan mencapai sekitar Rp 102 miliar, dengan realisasi penanganan 50-60 Km di 69 titik yang tersebar di seluruh Kabupaten Sragen.

Sedangkan tahun 2026 ini, lanjut Aribowo perbaikan jalan diteruskan dengan anggaran sekitar Rp 81 miliar. “Target penyelesaian 40 – 50 Km sesuai prioritas kondisi jalan dan ketersediaan anggaran pemeliharaan jalan,” ujarnya.

Giyanti (35) Warga Desa Baleharjo mengapresiasi proyek jalan di desanya. “Ruas jalan Belukan – Krapyak merupakan jalur vital penghubung Sragen dan Kabupaten Grobogan yang menunjang aktivitas pertanian dan perdagangan,” kata Giyanti.

Setelah bertahun-tahun jalan itu rusak, lanjut Giyanti kini  proyek jalan sudah mulus. Warga terharu bisa memiliki jalan beton baru dan menggelar syukuran bersama Bupati dan para pejabat yang hadir.

Anind