KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan asesmen teknis terkait solusi jangka panjang penanganan banjir.
Pemkab Kudus juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta mengusulkan pembangunan embung kepada pemerintah pusat sebagai langkah strategis pengendalian banjir di masa mendatang.
Langkah tersebut ditegaskan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat meninjau langsung lokasi banjir di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Selasa (13/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kudus juga memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan terpadu. Pemkab Kudus telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir terhitung mulai 12 hingga 19 Januari 2026 guna mempercepat upaya penanganan di lapangan.
Sebanyak 24 warga dari 14 kepala keluarga yang sebelumnya dievakuasi ke posko pengungsian di TPQ Khurriyatul Fikri menerima bantuan berupa paket sembako, perlengkapan P3K, selimut, serta bantuan uang tunai untuk meringankan kebutuhan sehari-hari.
Di posko pengungsian, Sam’ani membaur bersama warga terdampak, makan bersama, serta meninjau kesiapan sarana dan prasarana kesehatan maupun logistik. Peninjauan dilanjutkan ke lokasi terdampak banjir di Dukuh Goleng bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa untuk memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.
“Pemkab Kudus telah menetapkan status tanggap darurat mulai 12 sampai 19 Januari. Langkah ini kami ambil agar penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Sam’ani.
Bupati Kudus juga mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik SD Negeri 3 Pasuruhan Lor yang tetap melaksanakan pembelajaran secara daring meskipun kegiatan belajar mengajar di sekolah diliburkan akibat banjir.
“Kami mengapresiasi para guru yang tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak melalui pembelajaran daring. Ini bentuk pengabdian yang luar biasa,” tambahnya.
Selain meninjau Dukuh Goleng, Bupati Kudus melanjutkan peninjauan ke posko pengungsian dan dapur umum di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Di lokasi tersebut, Bupati menyerahkan bantuan berupa selimut, matras, beras, serta makanan siap saji, sekaligus memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi dalam kondisi aman dan tercukupi.
“Kami pastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Terima kasih kepada seluruh pihak, TNI, Polri, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang terus bersinergi membantu penanganan banjir ini. Kami juga telah menginstruksikan jajaran puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi, khususnya kelompok rentan,” ungkapnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Kabupaten Kudus masih tinggi serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Ali Bustomi













