blank
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, SE, MM. Foto: Istimewa.

BREBES (SUARABARU.ID) – Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma SE MM mengungkapkan bahwa seluruh elemen masyarakat diminta untuk lebih memahami karakteristik daerahnya. Menurutnya, Brebes dianugerahi kondisi geografis yang sangat lengkap, mulai dari bentang pesisir utara hingga barisan pegunungan di sisi selatan.

“Kita memiliki wilayah pesisir di bagian utara dengan potensi kelautan dan perikanan yang besar sebagai pintu gerbang ekonomi. Di sisi lain, wilayah pegunungan di selatan kaya akan sumber daya alam, pertanian, kehutanan, serta potensi pariwisata yang luar biasa,” ujarnya.

Paramitha mengingatkan bahwa keragaman geografis ini ibarat dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Kekayaan alam yang melimpah menyimpan risiko bencana yang menuntut kewaspadaan tinggi dan perencanaan matang.

Lanjut Paramitha, beberapa poin krusial yang disoroti antara lain, Wilayah Utara Memiliki potensi ekonomi tinggi namun menghadapi ancaman banjir dan dampak perubahan iklim. Dan Wilayah Selatan, Memiliki kekayaan alam melimpah namun rawan terhadap ancaman tanah longsor di area perbukitan.

“Potensi alam harus kita olah untuk kesejahteraan masyarakat, namun saya tekankan, jangan sampai kita menjadi serakah. Pembangunan harus tetap memperhatikan keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan demi generasi mendatang,” tegasnya.

Paramitha berharap para narasumber dan peserta dapat menghasilkan gagasan serta rekomendasi konkret. Hasil diskusi ini nantinya akan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan Brebes yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan memprioritaskan keselamatan warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Brebes Tahroni menyampaikan, selama ini masyarakat cenderung bersifat jumud atau kaku terhadap perkembangan zaman. Padahal, Brebes memiliki kekayaan yang luar biasa, termasuk potensi Geowisata Dunia yang selama ini belum banyak diketahui publik.

“Lahirnya orang-orang yang mau berpikir adalah kunci. Kita punya potensi geowisata kelas dunia yang akan dikupas oleh para narasumber. Ini adalah kekayaan yang tidak pernah kita sadari sebelumnya,” ujar Tahroni.

Tahroni mengajak para pemangku kepentingan untuk tidak hanya bergantung pada kurikulum atau aturan baku yang bersifat top-down (dari atas ke bawah). Ia mendorong terciptanya sebuah Hidden Curriculum atau kurikulum tersembunyi sebagai manuskrip asli Brebes.

Lanjut Tahroni, sebagai langkah konkret membangun hierarki pemikiran baru, Pemerintah Kabupaten Brebes sengaja menghadirkan para profesor dan ahli di bidangnya untuk mendampingi proses transformasi ini.

“Brebes membutuhkan pemikir-pemikir hebat. Untuk itu, hari ini kita menyandingkan para profesor agar kita bisa berpikir bersama membangun daerah ini dengan fondasi ilmu yang kuat,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan para narasumber dan diskusi bersama. Turut hadir, Ketua Umum Hari Jadi Ke 348 Kabupaten Brebes, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, jajaran Kepala OPD, Kepala Sekolah se Kabupaten Brebes, serta para pakar selaku narasumber.

Nur Muktiadi