blank
Gedung Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Jalan Imam Bardjo Semarang. Insert: Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid foto : hp

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah melaporkan kinerja inflasi provinsi tersebut sepanjang tahun 2025 tetap terjaga dalam rentang sasaran 2,5%±1%.

Inflasi tahunan (year on year/yoy) Jawa Tengah tercatat sebesar 2,72%, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,92% (yoy).

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Andi Reina Sari Hufaid, menjelaskan bahwa pada bulan Desember 2025, Jawa Tengah mengalami inflasi bulanan sebesar 0,50% (month to month/mtm).

“Baik inflasi bulanan maupun tahunan Jawa Tengah tercatat lebih rendah dari nasional. Secara nasional, inflasi Desember tercatat 0,64% (mtm),” ujar Andi dalam keterangan resminya, Rabu 7 Januari 2026.

Andi memaparkan, tekanan inflasi pada Desember 2025 utamanya dipengaruhi oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,38% (mtm). Komoditas pendorong utama adalah cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah.

“Kenaikan harga cabai rawit dan daging ayam ras sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Selain itu, faktor cuaca ekstrem pada bulan Desember menyebabkan penurunan produksi hortikultura,” jelasnya.

Selain pangan, inflasi juga disumbang oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, khususnya komoditas emas perhiasan. Harga emas dunia yang berada dalam tren meningkat hingga mencapai rekor tertinggi (all time high) pada Desember 2025, turut mengerek harga emas domestik.

“Peningkatan harga emas terjadi seiring tingginya permintaan investor terhadap aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global serta ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada awal 2026. Berdasarkan data BPS, inflasi emas perhiasan tahun 2025 mencapai 62,35% (yoy), naik signifikan dibanding tahun 2024 yang hanya 30,26% (yoy),” tambah Andi.

Di sisi lain, inflasi dari Kelompok Transportasi relatif tertahan. Meski terdapat kenaikan harga bensin non-subsidi (Pertamax series), laju inflasi kelompok ini diredam oleh penurunan tarif angkutan udara.

Penurunan ini merupakan dampak kebijakan diskon tiket domestik kelas ekonomi sebesar 13-14% untuk periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Secara spasial, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Tengah mencatatkan inflasi yang bervariasi. Kota Semarang mencatatkan inflasi tahunan tertinggi sebesar 2,84% (yoy), disusul oleh Kota Tegal (2,83%), Cilacap dan Surakarta (masing-masing 2,79%). Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Rembang sebesar 2,47% (yoy).

Menutup keterangannya, Andi menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas harga di masa mendatang.

“Ke depan, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan dalam Forum TPID Provinsi Jawa Tengah akan terus memperkuat koordinasi. Fokus utama kami adalah menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi barang agar inflasi tetap terjaga di rentang sasaran 2,5±1%,” tutup Andi.

Hery Priyono