JEPARA (SUARABARU.ID) – Setelah sukses menggelar Lomba Menulis dengan Tema “Jika Aku Menjadi Ibu” Desember lalu dengan kategori siswa siswi SMP/SMA/Sederajat Se-Kabupaten Jepara. Jepara Bisa Foundation bekerjasama deng RUN Management berencana mengembangkan program lagi bagi generasi Z agar menjangkau wilayah yang lebih luas dan berdampak lebih besar (05/01/2026).
“Jepara Bisa Foundation adalah sebuah wadah yang berfokus pada kegiatan-kegiatan sosial yang sudah terbentu sekitar lima tahun yang lalu. Kegiatan kami berfokus pada event-event sosial contohnya yang terahir adalah berkaitan dengan peringatan hari ibu Desember lalu, kami menyelenggarakan lomba menulis tersebut,” terang Agung Founder Jepara Bisa Foundation.
“Sementara juga ada rencana tindak lanjut untuk membuat buku kompilasi dari lomba, dan juga kedepannya pasti akan ada rencana pembinaan keberlanjutan pada para pemenang” tambah Ali yang juga Founder Jepara Bisa Foundation.
Program ini disiapkan sebagai langkah lanjutan setelah melihat antusiasme tinggi dari peserta muda pada pelaksanaan lomba sebelumnya. Dimana dimenangkan oleh Nanda Bagus Pratama pada Juara 1, Naufal May Ziddan pada Juara 2, dan Hanung Intan Dea Safira Pada Juara 3.
Ketua Pelaksana sekaligus Founder RUN Management Joharta Adi menyampaikan bahwa lomba menulis ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi dan pengembangan kemampuan berpikir kritis generasi Z.
“Kami melihat potensi besar anak muda Jepara dan daerah lain dalam dunia literasi. Ke depan, program ini akan kami kembangkan dengan skala yang lebih luas dan konsep yang lebih matang,” ujar Joharta.
Jo menyampaikan rencana pengembangan tersebut meliputi perluasan peserta hingga tingkat regional, penambahan kategori lomba, serta pendampingan berupa pelatihan menulis dan kelas literasi digital dan tentunya fasilitas dan hadiah. Jepara Bisa Foundation juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas literasi, dan media untuk mendukung keberlanjutan program.
“Ternyata banyak anak-anak muda yang berbakat menulis yang ternyata di luar jangkauan perkiraan kami. Ini bisa memberikan dampak besar jika selalu dirawat.” Ujar Fahrudin Penulis Senior di jepara yang juga salah satu juri lomba menulis.
Selain itu juri lain yang terlibat adalah Veronica yang juga merupakan tokoh yang bergerak di dunia Kepenulisan Jepara. Menurutnya generasi Z memiliki cara pandang yang unik dan relevan dengan isu-isu sosial saat ini. Melalui lomba menulis, diharapkan lahir karya-karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu memberikan inspirasi dan solusi bagi masyarakat.
Di awal tahun ini, Jepara Bisa Foundation telah menargetkan program lomba menulis Gen Z yang akan dikembangkan lebih luas dan dapat menjadi agenda rutin tahunan, pembinaan lanjutan peserta dan pemenang, publikasi dan buku serta menjadi wadah lahirnya penulis muda berprestasi dari Jepara dan sekitarnya.
Septiana Wibowo













