blank
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan Wabup Bellinda Birton. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam menindaklanjuti beredarnya video asusila yang viral di media sosial dan diduga melibatkan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Sebagai bentuk keseriusan, Sam’ani telah memerintahkan Inspektorat bersama jajaran direktur terkait untuk melakukan pemeriksaan secara intensif dan menyeluruh sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Sam’ani, proses pemeriksaan akan mengacu pada regulasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun aturan internal lembaga. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tanggung jawab Pemkab Kudus terhadap dugaan pelanggaran etika di lingkungan pelayanan publik.

“Saya perintahkan Inspektur dan Pak Direktur untuk melakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan dilakukan, sesuai aturan PNS maupun ketentuan yang berlaku, akan kita lanjutkan dengan rapat koordinasi,” ujar Sam’ani Intakoris.

Baca juga:

Viral Video Asusila Diduga Oknum Pegawai RSUD Kudus, Ini Tanggapan Direktur

Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut akan membahas hasil pemeriksaan sekaligus menentukan langkah lanjutan yang perlu diambil, termasuk kemungkinan pemberian sanksi atau kebijakan lain.

“Apa yang perlu disanksi, apa yang perlu ditutupkan, itu nanti dibahas setelah pemeriksaan,” tegasnya.

Bupati Kudus menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan secara objektif, profesional, dan menjunjung asas keadilan. Pihak yang diperiksa tetap diberikan hak jawab untuk menyampaikan klarifikasi atas dugaan yang ditujukan kepadanya.

“Dalam pemeriksaan nanti bisa saja ada penjelasan, misalnya yang bersangkutan menyampaikan itu bukan dirinya atau ada pihak lain. Semua akan dilihat dan dibuktikan melalui pemeriksaan,” imbuhnya.

Sam’ani memastikan, tim yang ditunjuk akan bekerja secara intensif. Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi pemeriksaan.

“Hasil pemeriksaan nanti bisa ditanyakan langsung kepada tim pemeriksaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, jagat media sosial di Kabupaten Kudus dihebohkan dengan beredarnya video asusila yang diduga melibatkan oknum pegawai RSUD dr Loekmono Hadi. Video tersebut menjadi viral dan menuai sorotan publik karena dikaitkan dengan institusi pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.

Video berdurasi sekitar 50 detik itu diunggah oleh akun media sosial @ketdewi_. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang pria dan perempuan sedang berpelukan serta berciuman di sebuah ruangan tertutup. Unggahan tersebut disertai narasi bernada kecaman terhadap dugaan perilaku tidak pantas di lingkungan rumah sakit.

Ali Bustomi