SEMARANG (SUARABARU.ID)– Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, H Muhtasit SAg MPd mengatakan, pelaksanaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 kali ini, memiliki sejumlah makna strategis.
Dia menyebut, dalam upacara yang diikuti sekitar 1.100 peserta, mulai dari guru, ASN, penyuluh agama, perwakilan lintas agama, serta penggerak pendidikan madrasah di Kota Semarang ini, Kemenag menjadi salah satu kementerian yang aktif mendukung dan memasilitasi Kota Semarang, sebagai Kota Toleran Nasional.
Hal itu seperti yang disampaikannya, di sela Upacara Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI tingkat Kota Semarang, yang berlangsung di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (3/1/2026). Hadir dalam acara ini, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
BACA JUGA: Xabi Alonso dan Tantangan Ruang Ganti: Filosofi-Konsistensi-Akomodasi
Menurut Muhtasit, Kota Semarang tercatat sebagai kota toleran peringkat pertama di Indonesia, untuk kategori jumlah penduduk di atas satu juta jiwa, dengan total penduduk sekitar 1,7 juta. Capaian itu menjadi tantangan, sekaligus kebanggaan dalam mengelola keberagaman.
”Lebih dari 20 tahun peringatan HAB dilaksanakan di lingkungan Kantor Kemenag. Mulai tahun ini, kita dekatkan dengan Pemerintah Kota Semarang,” kata Muhtasit, didampingi Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Semarang, H Dony Aldise Harahap.
Disampaikan juga, Kemenag Kota Semarang juga menegaskan kesiapannya, guna mendukung Jawa Tengah sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional tahun ini. Penunjukkan itu pun telah ditetapkan Pemerintah Pusat, dan Kanwil Kemenag Jateng.
BACA JUGA: Dari Amerika Serikat ke Grobogan, Hannah Covington Kagum Tawu Sendang dan Taman Baca Desa

”Kami bersama Pemerintah Kota Semarang, akan melakukan tahapan-tahapan persiapan, agar menjadi tuan rumah yang baik. Mulai dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas kejuaraan,” imbuhnya.
Sementara itu, dalam momentum HAB ke-80 juga ditandai dengan penyerahan secara simbolis, 134 sertifikat wakaf, serta 103 sertifikat halal, kepada pelaku UMKM Kota Semarang.
Penyerahan ini menjadi wujud nyata peran Kemenag dalam mendukung penguatan ekonomi umat, dan kepastian hukum keagamaan.
Dalam rangkaian HAB ke-80, Kemenag Kota Semarang juga menggelar berbagai kegiatan lintas sektor dan lintas agama. Antara lain, doa bersama lintas agama, jalan sehat, lomba paduan suara, pasar murah, serta program Kemenag Peduli Pangan dan Lingkungan, yang melibatkan UMKM lokal, bekerja sama dengan Dinas Pangan.
Upacara HAB kali ini, dihadiri tokoh-tokoh lintas agama, mulai dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang.
Riyan













