blank
Hannah Havington, bule asal Mississipi Amerika Serikat saat bertandang ke Tawu Sendang di Kecamatan Kedungjati. Foto: dok Tya Widya/ist.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pesona budaya desa di Kabupaten Grobogan kembali menarik perhatian warga dunia. Seorang bule cantik asal Mississipi, Amerika Serikat, Hannah Covington, menyambangi Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, pada Jumat (2/1/2026).

Kehadiran Hannah di desa tersebut bukan tanpa alasan. Ia secara khusus ingin menyaksikan tradisi Tawu Sendang, sebuah kegiatan budaya yang melibatkan warga desa membersihkan mata air secara gotong royong.

Tradisi Tawu Sendang selama ini menjadi simbol kepedulian masyarakat Desa Ngombak terhadap alam dan sumber kehidupan. Kegiatan itu rutin dilakukan dan tetap dijaga sebagai warisan budaya lokal.

BACA JUGA : Polres Kebumen Ungkap 3 Kasus Kriminal, Ringkus 5 Tersangka

Selama berada di Desa Ngombak, Hannah Covington mendapat pendampingan langsung dari Inayati, pegiat literasi yang aktif mengembangkan kegiatan membaca di desa tersebut.

Inayati menjelaskan bahwa ketertarikan Hannah berawal dari rekomendasi rekan sesama pegiat seni yang berdomisili di Salatiga. Rasa penasaran itulah yang akhirnya membawa Hannah datang langsung ke Grobogan.

“Dia tahu ada Tawu Sendang di sini dari teman saya di komunitas seni di Salatiga. Kemudian karena penasaran, Hannah benar-benar ke sini,” ujar Inayati, Sabtu (3/1/2026).

Inayati yang juga mengelola Taman Baca Merti Lestari menyampaikan bahwa Hannah Covington tengah mendalami budaya serta bahasa Indonesia selama berada di Tanah Air.

BACA JUGA : Tebar Ikan di Giritirto, Bupati Apresiasi Gotong Royong Pawagir

Ia menuturkan bahwa Hannah telah tinggal di Indonesia hampir satu tahun dan masih memiliki sisa waktu sekitar dua bulan sebelum kembali ke negaranya.

“Mungkin di Indonesianya tinggal dua bulan. Dia belajarnya bahasa dan budaya di sini. Kebetulan saya pengelola taman baca dan dia juga sangat antusias, malah ternyata kutu buku,” lanjutnya.

Ketertarikan Hannah terhadap dunia literasi muncul saat ia melihat langsung keberadaan taman baca di desa yang berada di kawasan hutan tersebut.

Inayati mengungkapkan, Hannah merasa takjub karena desa pelosok seperti Ngombak memiliki koleksi buku yang lengkap, termasuk buku-buku bantuan dari Perpustakaan Nasional.

Dengan kemampuan bahasa Indonesia yang masih terbatas, Hannah tetap aktif berinteraksi dengan warga desa. Ia berusaha berkomunikasi secara sederhana namun penuh antusias.

“Kan desa di tengah hutan. Di desa seperti itu ada buku-buku yang lengkap, apalagi buku dari Perpusnas. Karena keterbatasan bahasa, dia pinjam buku yang cerita pendek untuk mudah dipahami,” bebernya.

BACA JUGA : Kompol Mardi Kabagops Polres Kebumen, AKP Tugiman Kapolsek Gombong

Tak hanya membaca, Hannah juga menunjukkan ketertarikan lebih jauh terhadap kegiatan di Taman Baca Merti Lestari. Ia bahkan berencana terlibat langsung dalam aktivitas literasi bersama anak-anak desa.

Inayati menyebut Hannah ingin membuat agenda khusus selama masih berada di Indonesia untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama anak-anak di taman baca tersebut.

“Ada ketertarikan untuk membantu saya belajar dengan anak-anak. Mungkin selama masih di Indonesia, kalau sempat akan mengajar di sini 3-4 pertemuan,” bebernya.

Kunjungan bule asal Amerika Serikat itu memberi kesan mendalam bagi warga Desa Ngombak. Kehadirannya dinilai membawa semangat baru dalam menjaga budaya dan meningkatkan minat baca.

Bagi Inayati pribadi, kehadiran Hannah menjadi dorongan moral untuk terus mengembangkan Taman Baca sebagai ruang belajar dan interaksi budaya.

Ia menilai perhatian warga asing terhadap literasi desa menjadi bukti bahwa gerakan kecil di pelosok mampu menarik perhatian dunia.

“Kunjungan tak terduga ini bikin saya lebih semangat lagi untuk memajukan desa dengan literasi,” tandasnya.

TYA WIDYA