blank
Akibat luapan banjir Sungai Wiroko menggenangi badan jalan antarprovinsi, menjadikan arus lalu lintas Wonogiri-Pacitan, semalam macet. Tapi saat banjir surut karena hujan mereda, hubungan darat kembali lancar.(Dok,Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Telah terjadi bencana alam banjir yang disebabkan Sungai Wiroko meluap. Pemicunya, karena hujan dengan intensitas deras turun berkepanjangan. Dampaknya, semalam, hubungan darat di ruas jalan antarprovinsi Wonogiri (Jateng)-Pacitan (Jatim) macet.

Pemicu kemacetan lalu lintas antarprovinsi ini, karena luapan banjir ikut menggenangi ruas jalan di Karangturi, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Yakni pada Kilometer sekitar 20, yang kedalamnya genangannya dinilai membahayakan bagi keselamatan kendaraan yang melewatinya.

Luapan banjir anak sungai Bengawan Solo tersebut, menggenangi badan jalan antarprovinsi di Dusun Karangturi. Juga menggenangi Dusun Krapyak, semuanya di wilayah Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.

Kejadiannya berlangsung Jumat malam (26/12/25) Pukul 21.30. Banjir Sungai Wiroko, terjadi karena hujan merata sejak di bagian hulu. Luapan air hujan tidak tertampung di alur Sungai Wiroko, dan menyebabkan banjir sejak dari hulu di wilayah Kecamatan Tirtomoyo sampai ke Kecamatan Nguntoronadi. Suangai Wiroko bermuara ke perairan Waduk Gajahmungkur, Wonogiri.

Persawahan

Dandim 0728 Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihabuan melalui Penerangan Kodim (Pendim) Peltu Indra, Sabtu (27/12/25), menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir Sungai Wiroko. Luapan air banjir, menggenangi areal persawahan petani di Dusun Tenggar dan Dusun Krapyak, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.

Semalam, Piket Koramil-04/Nguntoronadi terdiri atas Serma Rozak, Serda Muryanto dan Kopda Haryansyah telah mendatangi ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Ini dilakukan bersama para Perangkat Desa Bulurejo dan relawan siaga bencana serta personel Polsek Nguntoronadi.

Penanganan darurat semalam, juga melibatkan para aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Pimpinan Kepala BPBD Fuad Wahyu Pratama. Juga melibatkan para relawan siaga bencana dari Desa Bulurejo dan Desa Kulurejo.

Seiring dengan meredanya hujan, kondisi luapan juga berangsur surut. Ketika situasinya dianggap aman, arus lalu lintas Wonogiri-Baturetno-Pacitan kembali lancar. Kerugian materi belum dapat ditaksir kerugiannya, utamanya yang menyangkut tanaman pangan di area persawahan milik petani, yang menghampar di kiri kanan alir Sungai Wiroko.(Bambang Pur)