SEMARANG (SUARABARU.ID)– Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Semarang (USM), belum lama ini menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk ‘Mindful Parenting untuk Orang Tua dengan Anak Disabilitas Intelektual’, di SLB C, Dharma Mulia, Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen USM, yang bertujuan mendukung orang tua dalam pengasuhan anak berkebutuhan khusus.
Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber dari tim dosen Fakultas Psikologi USM, Feti Pratiwi SPsi MPsi Psikolog, Dewi Puspita Sari SPsi MSi, Hermiana Vereswati SPsi MPsi, serta Adiprana Yogatama SS MHum.
BACA JUGA: Universitas Semarang Buka Prodi S2 Magister Teknik Sipil
Materi disampaikan melalui pemaparan dan diskusi, yang berkaitan dengan pengelolaan emosi, penerimaan orang tua, serta tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi.
Dalam paparannya Feti berharap, melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi USM dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan kesejahteraan psikologis keluarga, dengan anak disabilitas intelektual.
Sementara itu, Kepala Sekolah SLB C Dharma Mulia, Sri Lestari Wahyuningsih SPd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dia berharap, psikoedukasi semacam ini, dapat membantu orang tua dalam mendampingi anak secara lebih sabar dan penuh pemahaman.
BACA JUGA: Tiga Atlet USM Raih Emas di Kodim Klaten Sport Fest 2025

”Kegiatan ini sangat bagus, karena sangat membantu orang tua dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Salah satu peserta, Leoni pun, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. Dia menilai, materi yang diberikan sangat bermanfaat, dan menambah wawasan orang tua dalam menghadapi anak sehari-hari.
Menurutnya, meskipun informasi dapat diperoleh melalui internet, penyampaian langsung dari pemateri, membuat orang tua lebih memahami cara yang tepat dalam menghadapi anak. Utamanya di tengah tantangan perkembangan teknologi, dan penggunaan gawai yang semakin sulit dikendalikan.
Dia ingin kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan, karena memberikan ilmu yang relevan dan dibutuhkan orang tua anak berkebutuhan khusus.
Riyan













